INDOZONE.ID - Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Selasa (18/11/2025) Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan sejumlah masalah Polri. Ia menilai ada banyak sektor yang perlu dibenahi, terutama terkait kinerja para pejabat di lapangan.
Menurut Dedi, sejumlah Direktorat Reserse Kriminal di tingkat Polda masih jauh dari standar yang diharapkan. Hal ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kualitas penegakan hukum.
Dedi menyebut ada 47 Ditreskrimum Polda yang dievaluasi. Hasilnya cukup mengejutkan.
“Dari 47 Ditreskrim yang sudah konsen, 15 underperform,” ujarnya dalam rapat yang disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen.
Baca juga: Tindak Lanjuti Putusan MK soal Polisi Duduki Jabatan Sipil, Polri Bentuk Tim Pokja
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembenahan melalui meritokrasi dan peningkatan kualitas pendidikan anggota.
“Perbaikan di bidang rekrutmen ini yang paling penting. Kalau misalkan direkrut dengan baik, dididik dengan baik, maka akan menghasilkan anggota-anggota kepolisian yang baik,” kata Dedi.
Baca juga: Apa Tugas Kapolri Listyo Sigit di Komisi Reformasi Polri Bentukan Presiden Prabowo?
Kinerja Kapolres–Kapolsek Disorot
Tak hanya Ditreskrim, Wakapolri juga menyoroti peran para Kapolres dan Kapolsek. Data asesmen internal menunjukkan masih banyak yang belum memenuhi ekspektasi.
Dari ribuan Kapolsek yang dievaluasi, mayoritas dinilai belum bekerja maksimal.
“Kami lihat dari 4.340 Kapolsek, 67 persen ini underperform,” ungkapnya.
Menurut Dedi, salah satu penyebabnya adalah proses penempatan yang tidak ideal.
“Hampir 50 persen Kapolsek kami itu diisi oleh perwira-perwira lulusan PAG (Perwira Alih Golongan),” bebernya.
Evaluasi Kapolres
Dedi juga menyampaikan bahwa dari 440 Kapolres yang sudah melewati asesmen, masih ditemukan puluhan perwira yang performanya dinilai kurang memuaskan.
Baca juga: Nggak Bisa Rangkap Jabatan, Polisi Harus Pensiun Dulu Kalau Mau Jadi Pejabat Sipil
“Dari 440 Kapolres yang sudah kami lakukan asesmen, 36 Kapolres kami underperform. Ini catatan dari kami. Kami harus melakukan perbaikan, demikian juga di Reskrim,” ujarnya.
Paparan Dedi menunjukkan bahwa Polri sedang menghadapi tantangan besar dalam memperkuat struktur internalnya. Pembenahan rekrutmen, pendidikan, dan penempatan jabatan menjadi fokus utama agar pelayanan publik bisa lebih baik dan profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube