Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 14:58 WIB

Geger! 3 Polisi di OKU Tembak Mati Pria Diduga ODGJ, Begini Kronologi Lengkapnya Versi Polres

Author

Ilustrasi penembakan.(freepik)

INDOZONE.ID - Seorang pria bernama Padly (29) yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tewas setelah sebelumnya dihadiahi sejumlah tembakan yang bersarang di tubuhnya. Dia tewas usai menghadapi tiga anggota polisi.

Insiden itu sendiri diketahui terjadi pada 28 Oktober 2025 lalu di kawasan Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo menjelasakan duduk kronologi kasus ini versi kepolisian.

"Kejadian tersebut diawali kejadian lidik kasus perusakan dan penyerangan dua pos polisi yang dilakukan oleh orang tidak dikenal yang tertangkap kamera Mal Ramayana dan kamera E-TLE," kata AKBP Endro kepada wartawan, Kamis (30/10/2025).

Baca juga: Polisi Tembak Polisi di Sumbar Divonis Hukuman Seumur Hidup, Pelaku Ngaku Khilaf

Endro mengungkap jika hasi profiling pelaku termasuk kendaraanya didapati jika pelaku bernama Padli dengan alamat Kemelak Bindu Langit, Baturaja Timur. Mendapati data tersebut, sebanyak tiga personel Polres OKU diterjunkan ke rumah pelaku.

"Pelaku melihat anggota dari dalam rumah dan keluar mendatangi anggota dan berkata 'Sini tangkap aku kalau mau ku kapak. Aku ledakkan kau galo-galo' Seraya mengambil benda bulat kecil warna hitam dari kantung celananya," ucap Endro.

Anggota Terpojok, Pelaku Ditembak

Sambil mengancam, pelaku terus mendatangi satu personel dan personel tersebut mundur. Polisi sempat menyampaikan jika dirinya ada polisi hingga melepas tembakan peringatan sebanyak enam kali.

"Dari keterangan anggota bahwa aipda D sudah mundur dan akhirnya terjatuh diaspal, namun pelaku tetap menyerang dengan ancaman 'kuledakan kau' seraya mengangkat tangannya yang memegang benda hitam bulat ditangan kiri. Pada jarak 1 meter terlihat dipinggangnya 1 bilah badik yang terselip dalam sarungnya," tuturnya.

Dinilai sudah membahayakan petugas dan warga, polisi akhirnya menembak pelaku. Tembakan pertama mengenai bahu kiri dengan maksud benda hitam yang digenggam bisa terlepas.

"Namun pelaku masih berteriak dan akan melempar anggota, kemudian dilakukan tembakan ke 2 mengenai bagian perut kiri," paparnya.

Pelaku Diduga ODGJ

Informasi kemudian muncul menyebutkan jika pelaku adalah ODGJ. Menyikapi informasi demikian, Endro menyebut pihaknya hingga saat ini belum mendapat surat medis berkaitan dengan hal tersebut.

Baca juga: Propam Polda Metro Jaya Periksa Polisi di Depok yang Tembak 2 Orang Terduga Pelaku Tawuran

"Untuk informasi pelaku ODGJ itu tidak terkonformasi sampai saat ini, karena kami tidak mendapatkan surat medis atau pernah dirawat oleh dokter maupun rumah sakit kejiwaan," kata Endro.

"Sehari-hari informasi dari masyarakat, pelaku ini biasa saja dalam beraktifitas, namun memang ada informasi bahwa prilaku yang bersangkutan cenderung mudah marah dan meledak-meledak secara emosional," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU