INDOZONE.ID - Komisi III DPR RI, yang membidangi pengawasan kinerja Lembaga penegak hukum, memberikan dukungan terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi Polri.
Anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman menilai, reformasi kepolisian secara menyeluruh di tubuh institusi penegak hukum penting dilakukan dalam situasi dan kondisi saat ini.
"Kita mendukung rencana bapak presiden untuk melakukan reformasi institusi Kepolisian," ujar Benny, dikutip Minggu (14/9/2025).
Menurutnya, langkah yang diambil presiden dinilai sangat tepat melihat kondisi dan situasi di institusi kepolisian yang terus menuai kritikan dan sorotan publik terkait dengan kinerjanya.
Baca juga: Orator Ungkap Alasan Copot Jabatan Kapolri: Wajah Polri Semakin Kehilangan Marwahnya
"Menurut saya, itu sangat tepat. Sebetulnya, reformasi (institusi kepolisian) itu cetak birunya sudah ada, (tapi) pelaksanaannya yang belum (diterapkan)," ucap pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia ini kepada wartawan.
Ketika ditanyakan soal kehadiran Komisi Reformasi Kepolisian nantinya, apakah ada benturan kepentingan serta terjadi tumpah tindih kebijakan dengan Komisi Kepolisian (Kompolnas) RI yang sudah terbentuk sebelumnya, Benny menyatakan belum mengetahui ke depannya.
"Tidak tahu (tumpang tindih tugas) dengan itu (Kompolnas). Pokoknya, kita mendukung supaya kepolisian jadi lebih baik, menjadi lembaga pengayom dan penegak hukum. Itu bagus, kita mendukung Presiden Prabowo," paparnya menegaskan.
Terpisah, anggota Komisi III DPR RI lainnya, Nasir Djamil, menyarankan presiden memimpin langsung reformasi terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat merespons kabar adanya pembentukan komisi untuk mengevaluasi dan mereformasi Polri.
Baca juga: Kompolnas Ingatkan 3 Hal Ini dalam Upaya Reformasi Polri
Dengan terlibatnya secara langsung Presiden, menurut Nasir, upaya reformasi bisa dicapai dan rencana strategis Polri ke depannya bisa dirasakan masyarakat.
"Saran saya, Presiden Prabowo agar langsung memimpin reformasi kepolisian," kata Nasir.
Dia menjelaskan reformasi terhadap Polri telah dilakukan sejak Kapolri dijabat Jenderal Polisi (Purn) Sutanto hingga Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Namun, dia pun memahami jika ada perilaku Polri yang masih belum sesuai harapan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA