Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 01 APRIL 2026 • 21:10 WIB

Geger Pria di Bekasi Diculik-Diperas Kawanan Ngaku Polisi, Polda Metro Turun Tangan

Geger Pria di Bekasi Diculik-Diperas Kawanan Ngaku Polisi, Polda Metro Turun TanganIlustrasi penculikan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Media sosial kini dibuat heboh dengan adanya narasi penculikan hingga pemerasan yang dialami seorang pria di Bekasi oleh pelaku ngaku polisi. Polda Metro Jaya sendiri menyebut pihaknya kini sudah turun tangan mendalami kasus tersebut.

Viralnya peristiwa ini salah satunya diposting oleh akun Instagram @utaranews. Dalam postinganya menampilkan video seorang pria berada diduga didalam sebuah mobil ambulans.

"Seorang wartawan bernama Alba Agasi mengaku menjadi korban dugaan penculikan dan kekerasan oleh empat orang pelaku yang mengaku sebagai oknum anggota polisi," tulis akun tersebut dalam postinganya seperti dilihat pada Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Polisi Gagalkan Aksi Penculikan Anak di Bekasi, Korban Hilang saat Disuruh Beli Gas Elpiji

Disebutkan jika peristiwa ini terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Korban disebut dibawa masuk ke dalam mobil Brio, ditodong pistol, dianiaya hingga diperas dan dibuang di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi.

"Sekitar Jumat dini hari pelaku menguras uang tunai Rp 13 juta serta saldo rekening korban melalui mobile banking. Korban juga mengalami kekerasan fisik hingga tak sadarkan diri," tulis akun itu lagi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebut jika pihaknya kini sudah turun tangan mendalami kasus tersebut.

"Ini didalami oleh Ditreskrimum dan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten. Ada dugaan orang diculik dimintain duit, nah ini masih didalami," kata Kombes Budi.

Baca juga: DPR Desak Polri Lebih Cepat Tangani Kasus Penculikan Anak Usai Tragedi Alvaro

Budi menyebut pihaknya saat ini masih dalam hambatan menangani perkara itu. Pasalnya, korban masih trauma.

"Memang ada beberapa hambatan bagi kita terkait tentang karena korban ini kan masih dalam kondisi trauma. Nah, kita kan yang paling utama adalah memulihkan, yang kedua adalah informasi yang valid dari orang yang menjadi korban tersebut," kata Budi.

"Jadi dia kan bisa mendeskripsikan terkait ciri-ciri orang yang mengamankan dia, orang yang mengajak dia bicara. Nah ini yang kita minta, kita tunggu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Geger Pria di Bekasi Diculik-Diperas Kawanan Ngaku Polisi, Polda Metro Turun Tangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!