Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 MARET 2026 • 14:04 WIB

Langkah Ksatria Letjen Yudi: Tampar Elite yang Suka Berkelit dari Tanggung Jawab

Langkah Ksatria Letjen Yudi: Tampar Elite yang Suka Berkelit dari Tanggung JawabLetjen Yudi Abrimantyo. (Dok. Ist.)

INDOZONE.ID — Keputusan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo mundur dari jabatannya menuai sorotan tajam di tengah publik.

Di saat banyak pejabat memilih bertahan dan berlindung di balik berbagai dalih, langkah ini justru dinilai sebagai bentuk keberanian moral yang semakin langka.

Ketua Umum Pasbata Prabowo David Febrian menyebut pengunduran diri tersebut sebagai “tamparan keras” bagi para pejabat yang selama ini tersandung persoalan namun tetap berupaya mempertahankan jabatan.

“Ini bukan sekadar mundur. Ini adalah sikap ksatria. Ini pelajaran terbuka bagi banyak pejabat yang ketika bermasalah justru sibuk mencari pembenaran, memainkan opini, bahkan menyalahkan pihak lain,” tegasnya dalam oesan yang diterima kepada Indozone, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Jabatan Kabais TNI Diserahkan

Ia menilai, Letjen Yudi menunjukkan standar kepemimpinan yang berbeda, bahwa tanggung jawab kepada rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan, bahkan sebelum proses hukum selesai.

“Di negeri ini, terlalu sering kita melihat pejabat yang jelas-jelas bermasalah tapi masih bertahan, berkelit, dan menghindar. Letjen Yudi justru melakukan hal sebaliknya. Urusan benar atau salah biar hukum yang membuktikan, tapi tanggung jawab kepada publik tidak bisa ditunda,” lanjutnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Bentuk Terorisme: Usut hingga ke Dalangnya!

Menurut Pasbata Prabowo, sikap seperti ini adalah bentuk kepemimpinan sejati yang mulai tergerus oleh praktik politik pragmatis.

Ia bahkan menyebut karakter ksatria seperti ini hampir tidak lagi menjadi arus utama di kalangan elite.

“Ini tipe pemimpin yang semakin jarang kita temui. Berani bertanggung jawab tanpa harus dipaksa. Ini bukan soal tekanan, ini soal integritas,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam narasi yang justru mengaburkan substansi kasus.

Ia menegaskan, pengunduran diri bukan akhir, melainkan awal dari proses hukum yang harus dikawal secara serius.

“Jangan dibelokkan. Jangan dipelintir seolah ini drama atau manuver. Ini bentuk tanggung jawab. Tapi proses hukum tetap harus berjalan dan kita kawal bersama,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Langkah Ksatria Letjen Yudi: Tampar Elite yang Suka Berkelit dari Tanggung Jawab

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!