Viral mobil MBG diduga tabrak murid SD di Jakut. (Instagram/sekitaran_jakut)
INDOZONE.ID - Sebuah peristiwa memilukan terjadi di SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), pada Kamis sekitar pukul 06.38 WIB. Mobil yang mengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak sejumlah siswa dan seorang guru di SD tersebut.
Dalam video yang tersebar di media sosial, mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlihat kehilangan kendali sehingga menabrak pagar, siswa, dan guru yang tengah duduk berbaris untuk kegiatan literasi membaca di halaman sekolah.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah siswa SD Negeri Kalibaru 01 pun mendapatkan perawatan intesif di rumah sakit. Badan Gizi Nasional (BGN) pun memastikan akan bertanggung jawab penuh dalam penanganan para korban dari insiden tersebut.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, dalam sebuah pernyataannya.
Baca juga: KPK Sita Uang hingga Logam Mulia dalam OTT Lampung Tengah, Bupati Ardito Resmi Tersangka
"Seluruh proses penanganan korban dilakukan secepat mungkin, termasuk koordinasi lintas pihak untuk memastikan para siswa dan guru yang terluka mendapatkan layanan medis optimal. Saya sudah terjun langsung ke lokasi untuk memastikan semua penanganan berjalan cepat," kata Sony, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Kamis (11/12/2025).
BGN terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar semua korban mendapat penanganan maksimal. Selain itu, seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh BGN
"Biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh kami (BGN), dan mereka ditempatkan di Kelas 1 RSUD semua," lanjutnya.
Sony juga menegaskan, insiden yang terjadi tersebut tidak menghambat operasional maupun pelayanan Program MBG di lapangan. Seluruh distribusi dan layanan kepada penerima manfaat tetap berjalan.
Baca juga: Breaking News: Polisi Tangkap Bos Terra Drone!
Selain itu, BGN juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan mekanisme pelaksanaan program untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Evaluasi dimulai dari koordinasi lapangan, Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi, hingga pengawasan operasional harian.
"Secara internal BGN melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya peristiwa. Kejadian tersebut tidak menghambat operasional dan pelayanan MBG," tuturnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Jakarta Utara Sahrul Gunawan Siregar menjelaskan, pengemudi kendaraan pada saat kejadian bukan sopir tetap, melainkan sopir pengganti.
"Sopir kendaraan bukan sopir sebenarnya, melainkan sopir pengganti, SPPG tersebut di bawah Yayasan Darul Esti," ujar Sahrul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara