Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak. (ANTARA/PVMBG)
INDOZONE.ID - Basarnas mengawal proses evakuasi para pendaki Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, menyusul meningkatnya aktivitas vulkanis gunung tersebut.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan pemantauan dan pendataan dilakukan sejak informasi peningkatan aktivitas diterima, dan meski pos pendakian tidak terdampak erupsi, keselamatan pendaki tetap menjadi prioritas.
“Dua tim personel Basarnas dari Kantor SAR Surabaya dan Pos SAR Jember telah berada di kawasan Ranupani, untuk berkoordinasi dengan petugas loket pendakian TNBTS. Tim juga menyiapkan opsi evakuasi darurat apabila situasi mengharuskan,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Data pos Ranupani mencatat ada 187 orang di kawasan Ranu Kumbolo, terdiri atas 129 pendaki, satu petugas, dua saver, 24 anggota PPGST, 25 pemandu gunung, dan enam personel dari Kementerian Pariwisata.
Seluruhnya diarahkan untuk turun bertahap mulai pukul 09.00–10.00 WIB.
Baca juga: Tak Hanya Erupsi, Gunung Semeru Juga Tercatat Alami 32 Kali Gempa Guguran
Edy menyampaikan gelombang pertama pendaki diperkirakan tiba di Pos Ongger sekitar pukul 13.00 WIB, namun mereka tiba lebih cepat dari perkiraan. Proses penurunan diperkirakan masih berlangsung hingga Kamis sore.
Setiap pendaki yang tiba kembali, didata untuk memastikan seluruh nama yang tercatat di Ranu Kumbolo telah keluar dari jalur pendakian dengan aman.
“Koordinasi dengan pihak TNBTS terus dilakukan untuk memantau kemungkinan perubahan kondisi. Peningkatan aktivitas Semeru harus disikapi dengan kewaspadaan agar keselamatan seluruh pendaki tetap terjaga,” kata Edy.
Baca juga: Gunung Semeru 4 Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 800 Meter
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 2.000 meter di atas puncak.
Letusan menghembuskan awan panas sejauh tujuh kilometer ke arah utara dan barat laut, dengan kolom abu berwarna kelabu berintensitas tebal.
Erupsi yang terekam seismogram memiliki amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik, dan dipastikan berakhir pada pukul 18.11 WIB.
Meski demikian, pemerintah daerah dan Badan Geologi masih menetapkan status Level IV atau Awas untuk mengantisipasi potensi aktivitas lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA