Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (kanan).
INDOZONE.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan penyaluran bantuan sosial dari kementeriannya telah mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan data terpadu ini, penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.
Pemanfaatan DTSEN untuk akurasi penyaluran bansos sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto pada pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2025 di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
“Presiden dari awal mengarahkan konsolidasi data melalui Inpres Nomor 4. Setiap program bansos, termasuk Sekolah Rakyat, harus berbasis DTSEN yang dikonsolidasikan bersama Badan Pusat Statistik, semakin tepat sasaran,” kata Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, dikutip Sabtu (16/8/2025).
Pembaruan data dalam pemberian bansos memang penting, agar penyalurannya tidak salah sasaran. Ini karena setiap hari terjadi kematian, kelahiran, juga pernikahan.
Baca juga: Kemensos Coret 228 Ribu Penerima Bansos, Terindikasi Judi Online
Konsep yang sama dilakukan JNE dan TIKi, dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk ‘Berbagi untuk Kemanusiaan’ di Taman Yayasan Tuna Netra (Yatuna) Jakarta Timur.
Pemberian bantuan ambulans dan mobil jenazah bagi masyarakat yang membutuhkan. (Ist)
Dalam acara ini, kedua perusahaan logistik tersebut menyerahkan bantuan berupa dua unit mobil ambulans dan satu unit mobil jenazah, kepada Masjid Jami’ Soeprapto Soeparno di Taman Yayasan Tuna Netra Jakarta Timur dan Masjid Nur’aini di Pangkal Pinang.
Selain itu, turut digelar kegiatan sosial lainnya, seperti donor darah dan cek kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto menyatakan, Ini menjadi wujud nyata kepedulian JNE dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Payment ID Segera Diluncurkan BI, Awali Uji Coba untuk Penyaluran Bansos
“Kami senang dapat menjalankan program ini sebagai wujud nyata dari filosofi, ‘Berbagi, Memberi, dan Menyantuni’. Kami percaya bahwa kebahagiaan itu dapat disalurkan melalui kepedulian dengan semangat ‘Connecting Happiness’ yang selalu kami pegang teguh. Bantuan mobil ambulans dan jenazah ini adalah salah satu cara kami berkontribusi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam hal layanan kesehatan dan kemanusiaan. Kami berharap, kendaraan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat sekitar," kata Feriadi dalam pernyataan resmi.
Hal senada disampaikan Direktur Utama TIKI, Yulina Hastuti. Menurutnya, penyerahan bantuan ini merupakan wujud kontribusi sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"TIKI senantiasa menghadirkan aksi nyata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, keselamatan, dan kemanusiaan, secara cepat dan tanggap. Kami meyakini, setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Memasuki usia 55 tahun dengan tagline ngirim tanpa skip, TIKI menegaskan bahwa kami tidak pernah absen (skip) dalam pengiriman, sekaligus konsisten menebar kebaikan dan berbagi tanpa skip," ungkap dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA