INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah setiap tahun.
Janji tersebut ia sampaikan dalam pidato kenegaraan perdananya pada Jumat (15/8/2025), bertepatan dengan menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya kini memahami betapa besar tantangan yang kita hadapi dan sejauh mana korupsi menggerogoti pemerintahan kita,” ujar Prabowo di hadapan anggota Parlemen dan pejabat tinggi negara.
Sejak awal tahun, pemerintah mengklaim telah berhasil mengidentifikasi dan menghemat sekitar Rp300 triliun dari potensi kebocoran anggaran.
Baca juga: Bobby Nasution dan Wagub Surya Hadir Saat Prabowo Subianto Beberkan Rencana APBN 2026
Penghematan itu mencakup efisiensi biaya perjalanan dinas, baik dalam negeri maupun luar negeri, serta pengadaan perlengkapan kantor.
“Kita menghadapi kebocoran besar kekayaan negara. Saya berkewajiban bertindak, meskipun langkah ini mungkin tidak disukai sebagian pihak,” tegasnya.
Korupsi masih menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Banyak aktivis menilai aparat penegak hukum dan anggota parlemen termasuk pihak yang rawan terlibat praktik ini.
Baca juga: Eks Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kepahiang Jadi Tersangka Korupsi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap menjadi garda terdepan, meski kerap mendapat tekanan dari legislatif.
Sejak berdiri pada akhir 2003, KPK telah menangkap sekitar 250 pejabat, termasuk 133 bupati/wali kota, 18 gubernur, 83 anggota DPR, dan 12 menteri.
Prabowo meminta dukungan penuh dari kabinet, partai politik, dan Parlemen, untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-99 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024 yang dirilis Transparency International.
Baca juga: Kades Pantai Labu Baru Diduga Korupsi Pengadaan Ambulans, Kini Hilang Tanpa Jejak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AP News