INDOZONE.ID - Israel menyerang Bandara Internasional Sana’a di Yaman pada Rabu (29/5/2025) waktu setempat, dengan menargetkan pesawat milik Yemenia Airlines yang dijadwalkan membawa jamaah haji.
Serangan ini memicu kecaman dari maskapai dan membuat penerbangan dihentikan sementara.
Israel mengklaim melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman yang dikuasai kelompok Houthi.
“Pesawat Yemenia Airlines lainnya menjadi sasaran langsung dan pengecut pagi ini, beberapa saat sebelum jadwal keberangkatan jamaah haji,” tulis pihak maskapai dalam pernyataan resmi dikutip Reuters, Kamis (29/5/2025).
Baca Juga: Paus Leo Minta Israel Izinkan Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza
Pemerintah Israel menyebut serangan ini sebagai respons atas ancaman dari kelompok Houthi yang didukung Iran.
Kelompok tersebut, kata mereka, selama ini meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Israel, termasuk menyerang jalur pengiriman laut.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia akan Akui Negara Israel Asal Palestina Merdeka
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan posisi negaranya.
“Siapa pun yang menyakiti kami, kami menyakiti mereka,” katanya melalui akun X.
“Houthi hanyalah gejalanya. Kekuatan pendorong utama di balik mereka adalah Iran,” lanjutnya.
Akibat insiden ini, Yemenia Airlines menghentikan seluruh penerbangan dari Bandara Sana’a hingga waktu yang belum ditentukan.
“Ini adalah akibat dari tindakan teroris pengecut yang menargetkan pesawat sipil Yaman,” kata maskapai Yemenia.
Sementara itu, IDF menyatakan tetap akan menyerang siapa pun yang dianggap mengancam, tanpa memedulikan jarak atau lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters