INDOZONE.ID - Kecelakaan udara terjadi di Washington, DC, melibatkan salah satu pesawat komersial American Airlines yang bertabrakan dengan helikopter militer Black Hawk Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional atau National Transportasi Safety Board (NTSB) AS mengonfirmasi black box dari pesawat ini telah ditemukan.
Baca Juga: Hemat hingga Rp306T, Menkeu Keluarkan Surat Pemotongan 16 Anggaran Belanja
"Para penyelidik NTSB telah menemukan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan dari pesawat Bombardier CRJ700 yang terlibat dalam tabrakan di udara kemarin di DCA," ujar salah satu juru bicara NTSB, Todd Inman, dikutip dari Newsweek.
Pesawat yang jatuh di Sungai Potomac ini diketahui berisi 60 penumpang dan empat awak kabin, sedangkan helikopter berisi tiga orang didalamnya, hingga diketahui korban berjumlah 67 orang.
Tidak ada yang selamat. Nama-nama semua korban belum dirilis, tetapi mereka termasuk atlet seluncur indah muda yang berbakat dan orang-orang dari Kansas, tempat dimana penerbangan itu dimulai.
Keterangan lain, Senator Maria Cantwell mengatakan bahwa korban tewas juga terdapat warga negara Rusia, Filipina, dan Jerman, dan media pemerintah China Xinhua melaporkan dua warga negara China tewas dalam kecelakaan itu.
Laporan tentang insiden tersebut diharapkan akan keluar dalam waktu 30 hari setelah para penyelidik menemukan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan dari pesawat Bombardier CRJ700.
Menteri Perhubungan AS Sean Duffy mengatakan kedua pesawat itu menerbangkan pola penerbangan standar pada hari Rabu dan tidak ada gangguan dalam komunikasi.
Baca Juga: Breaking News! Kebakaran Hebat Landa Kawasan PIK 2, Ada Ledakan!
"Semuanya berjalan seperti biasa hingga terjadi kecelakaan," kata Gubernur Virginia Glenn Youngkin, dikutip dari Reuters.
Sementara tanpa bukti yang jelas, Presiden Donald Trump, mengatakan bahwa upaya federal bisa jadi merupakan faktor, yang menegaskan kembali tema yang telah menjadi fokus kepresidenannya. Kelompok hak asasi manusia dan Demokrat mengatakan bahwa ia mempolitisasi bencana tersebut.
Penulis: Eliani Kusnedi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, Newsweek