Kamis, 16 JANUARI 2025 • 15:38 WIB

Gencatan Senjata Gaza, Indonesia Dorong Perdamaian Berkelanjutan

Author

Menlu RI minta genjatan senjata di Gaza berkelanjutan

INDOZONE.ID - Indonesia melalui, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya penerapan konkret dan komprehensif atas gencatan senjata yang telah disepakati antara Hamas dan Israel di Gaza

Diketahui gencatan senjata antara Israel-Hamas terjadi pada Rabu (15/1/2025) waktu setempat.

Sugiono menyebut gencatan senjata ini sejalan dengan upaya yang terus didorong bersama komunitas internasional.

Dalam pernyataan di akun resminya di platform X (@Menlu_RI) pada Kamis,

Langkah penting berikutnya adalah memastikan kesepakatan tersebut dilaksanakan segera dan secara komprehensif untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” ujar Sugiono dikutip dari akun X @Menlu_RI, Kamis (16/1/2025).

Baca Juga: Reaksi Dunia Terhadap Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza: Semua Menyambuk Baik

Seorang pria merayakan gencatan senjata Israel-Hamas di Deir Al-Balah in the central Gaza Strip,

Krisis Kemanusiaan di Gaza

Sugiono menyoroti dampak tragis konflik ini, di mana kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa.

Ia menekankan bahwa angka-angka ini tidak boleh dianggap "sebagai statistik semata," melainkan sebagai tragedi kemanusiaan yang harus dihentikan.

Harapan Sugiono, gencatan senjata ini menjadi awal dari langkah nyata menuju perdamaian yang hanya bisa dicapai jika Palestina merdeka dan berdaulat.

Namun, saya tegaskan juga bahwa perdamaian tersebut hanya dimungkinkan jika Palestina telah merdeka dan berdaulat sesuai dengan solusi dua negara yang telah disepakati masyarakat internasional,” tambahnya.

Baca Juga: Genjatan Senjata di Gaza Disepakati, Harapan Baru untuk Perdamaian Palestina dan Israel

Peran Indonesia dalam Pemulihan Gaza

Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada pemulihan kehidupan di Gaza.

Mulai dari bantuan kemanusiaan, dukungan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), hingga rekonstruksi wilayah yang hancur akibat konflik.

Mediasi Internasional dan Isi Kesepakatan

Kesepakatan gencatan senjata diumumkan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di Doha pada Rabu (15/1/2025).

Kesepakatan ini, yang diperantarai oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, dirancang untuk menghentikan agresi dan genosida di Jalur Gaza.

Ada tiga tahap utama dalam kesepakatan ini, yang mulai berlaku pada Minggu (19/1/2025).

Ketiga tahapan dimulai dari pertukaran tahanan dan pembebasan sandera, penghentian pertempuran dan bantuan kemanusiaan.

Selain itu, dialog mengenai pemerintahan Jalur Gaza dan rencana pembangunan kembali wilayah tersebut menjadi agenda utama dalam kesepakatan ini.

Sugiono berharap gencatan senjata ini membuka jalan bagi perdamaian yang lebih berkelanjutan.

Namun, keberhasilannya bergantung pada komitmen semua pihak untuk menghormati kesepakatan dan fokus pada solusi jangka panjang demi masa depan Palestina yang lebih baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU