Kamis, 02 JANUARI 2025 • 16:30 WIB

Tragedi Tahun Baru di New Orleans: Pengemudi Tabrak Kerumunan hingga Tewaskan 15 Orang

Author

Petugas darurat tiba di lokasi kejadian di Bourbon Street setelah sebuah kendaraan menabrak kerumunan di Canal dan Bourbon Street New Orlean , Rabu 1 Januari 2025.

INDOZONE.ID - Pada perayaan Tahun Baru yang meriah di New Orleans, sebuah serangan tragis terjadi, ketika seorang veteran Angkatan Darat Amerika Serikat mengendarai truk pick-up yang dipenuhi bendera kelompok teroris ISIS, dan menabrak kerumunan orang yang merayakan pergantian tahun.

Insiden tersebut mengakibatkan 15 orang tewas, dan lebih dari 30 lainnya terluka. FBI sedang menyelidiki kejadian ini sebagai tindakan terorisme, dan mengungkapkan bahwa mereka tidak yakin pengemudi bertindak sendirian.

Pengemudi yang diidentifikasi sebagai Shamsud Din Jabbar, berusia 42 tahun dan berasal dari Texas, tampaknya memanfaatkan kerumunan yang tengah merayakan di kawasan French Quarter untuk menyebabkan kekacauan.

Baca Juga: Kanselir Jerman Tuding Perang Rusia-Ukraina Penyebab Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines

Ia menabrak pengunjung dengan truknya setelah berhasil melewati blokade polisi yang seharusnya menghalangi kendaraan.

Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan kekacauan yang luar biasa, dengan pejalan kaki yang berlarian mencari perlindungan.

Sementara polisi akhirnya menembak mati Jabbar setelah ia melepaskan tembakan ke arah mereka.

Investigasi mengungkapkan bahwa di dalam truk terdapat bom rakitan yang disembunyikan dalam pendingin dan terhubung dengan kabel untuk diledakkan dari jarak jauh. Namun, FBI belum dapat mengonfirmasi apakah perangkat tersebut sempat diaktifkan.

Baca Juga: 6 Kecelakaan Pesawat di Bulan Desember 2024, Tragedi Jeju Air Paling Mematikan

Penyelidik juga mendapati senjata api di lokasi kejadian. Jabbar, yang memiliki latar belakang militer, pernah bertugas di Afghanistan sebelum keluar dari Angkatan Darat pada tahun 2020.

Serangan ini menambah deretan kekerasan yang melibatkan kendaraan sebagai senjata, yang semakin menjadi perhatian otoritas AS.

Jika terbukti terinspirasi oleh ISIS, ini akan menjadi salah satu serangan teroris paling mematikan di AS dalam beberapa tahun terakhir, mengingat ketegangan internasional yang meningkat, terutama yang terkait dengan konflik Israel Hamas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Japan Today

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU