Selasa, 12 NOVEMBER 2024 • 13:30 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi Tegaskan Israel Tak Seharusnya Menyerang Iran

Author

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref disambut saat kedatangannya oleh wakil gubernur wilayah Riyadh, Pangeran Mohammed bin Abdulrahman bin Abdulaziz

INDOZONE.ID - Pada hari Senin, penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menyerukan agar Israel menghormati kedaulatan Iran dan menahan diri dari menyerang wilayah Iran.

Pernyataan ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang memiliki pengaruh besar di Timur Tengah.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman menekankan dalam pertemuan puncak dengan pemimpin Arab dan Muslim, bahwa dunia internasional harus menuntut Israel untuk menghormati kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak melanggar wilayahnya.

Konflik antara Arab Saudi yang mayoritas Sunni dan Iran yang mayoritas Syiah sering kali memanas dalam berbagai peristiwa regional, termasuk konflik di Suriah.

Pada tahun 2015, Arab Saudi membentuk koalisi militer untuk mendukung pemerintah yang sah di Yaman setelah pemberontak Huthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa.

Hubungan kedua negara sempat terputus pada 2016 setelah serangan terhadap misi diplomatik Saudi di Iran, yang dipicu oleh eksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr oleh Saudi.

Baca Juga: Inggris Temukan 4 Kasus Varian Mpox Baru, Klaster Pertama di Luar Afrika

Namun, pada Maret 2023, Arab Saudi dan Iran mengumumkan pemulihan hubungan yang difasilitasi oleh China. Ini merupakan langkah diplomatik yang signifikan bagi Pangeran Mohammed bin Salman, yang kini mengusung pendekatan yang lebih terbuka terhadap diplomasi regional.

Meski masih ada ketegangan, hubungan yang lebih baik antara Arab Saudi dan Iran terlihat jelas melalui berbagai kontak tingkat tinggi yang dilakukan oleh kedua negara.

Peran diplomatik yang aktif ini juga terlihat dalam upaya kedua negara untuk meredakan ketegangan yang muncul setelah serangan Hamas di Israel pada Oktober tahun lalu, yang memicu konflik di Gaza dan Lebanon.

Arab Saudi juga terlibat dalam latihan perang bersama Iran dan negara lain di Laut Oman. Ketegangan yang terus berkembang, termasuk serangan rudal Iran ke Israel, menambah kekhawatiran akan potensi konfrontasi yang lebih besar di kawasan tersebut.

Pemulihan hubungan Saudi-Iran juga berpotensi mempengaruhi dinamika diplomatik global, terutama terkait rencana perundingan Arab Saudi mengenai pengakuan terhadap Israel sebagai bagian dari kesepakatan keamanan yang lebih luas dengan Amerika Serikat.

Meskipun proses ini menghadapi berbagai tantangan, perubahan diplomatik di Timur Tengah ini akan mempengaruhi kebijakan luar negeri, termasuk keputusan-keputusan yang akan diambil oleh pemerintahan mendatang di AS.

Baca Juga: Bangladesh Hadapi Krisis Listrik, Aktivitas dan Ekonomi Terancam Lumpuh?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU