INDOZONE.ID - Terjadi penembakan di Apalachee High School di Winder, Georgia, Amerika Serikat (AS), Rabu 4 September 2024, sekira jam 10.20 waktu setempat. Pelaku, Colt Gray, merupakan seorang pelajar di SMA Apalachee yang masih berumur 14 tahun.
Kejadian nahas itu terjadi saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung. Sebelumnya, Colt Gray meninggalkan kelas pertama, lalu kembali dengan membawa senjata.
Namun, dia tidak bisa masuk kelas lagi karena pintu terkunci dan harus dibuka dari dalam. Kemudian, ia menuju kelas sebelah, lalu mulai menembak.
Akibat kejadian itu, empat orang meninggal dunia yang dua di antaranya murid seumuran pelaku, Mason Schermerhorn dan Christian Angulo.
Baca Juga: Bentuk Solidaritas atas Insiden Penembakan, Pendukung Trump Ramai-ramai Pakai Perban di Telinga
Sementara itu, dua yang lainnya merupakan guru di sekolah tersebut, instruktur Richard Aspinwall (39) dan Cristina Irimie (53). Adapun delapan siswa dan satu guru yang luka-luka, diperkirakan akan segera pulih.
Belum ada penjelasan terperinci apa motif dari penembakan tersebut. Sebelum terjadi penembakan, pelaku menghubungi ibunya, Marcee Gray, mengatakan bahwa dia menyesal melalui pesan berisi, "Maafkan saya, Ibu."
Marcee langsung menghubungi pihak konselor di sekolah dan memperingatkan "keadaan darurat yang ekstrem" untuk segera mencari anaknya saat 30 menit sebelum kejadian penembakan, menurut laporan Washington Post.
Sayangnya, pelaku sudah melakukan penembakan sebelum pihak sekolah menemukannya. Ibu dari pelaku mengungkapkan, bahwa dia sangat menyesal atas kejadian ini.
Baca Juga: Pidato Pertama Joe Biden Setelah Insiden Penembakan Donald Trump
"Saya sangat, sangat menyesal dan tidak dapat membayangkan rasa sakit dan penderitaan yang mereka alami saat ini," kata Gray kepada The Washington Post melalui pesan teks.
Washington Post juga melaporkan, ada pesan yang mengaku kerabat menghubungi sekolah mengenai kesehatan mental anak laki-laki itu seminggu sebelum penembakan, bahwa Colt Grey memiliki pikiran "untuk membunuh dan bunuh diri."
Surat kabar itu melaporkan, nenek remaja itu, Deborah Polhamus, bertemu dengan seorang konselor sekolah untuk meminta bantuan.
Pelaku Dapat Senjata dari Ayahnya
Pihak berwenang mengatakan, ayah Gray, Colin Gray, memberinya akses ke senapan semi otomatis jenis AR-15 yang digunakan dalam penembakan tersebut.
Baca Juga: Profil Thomas Matthew Crooks, Pelajar Berprestasi yang Jadi Pelaku Penembakan Donald Trump
Tidak jelas bagaimana Gray membawa senjata itu ke sekolah atau apa yang dilakukannya dengan senjata itu dalam kurun waktu dua jam antara jam masuk sekolah pukul 8.15 pagi dan saat tembakan pertama kali terdengar.
Pada hari pengadilan, 6 September 2024, ayahnya terancam hukuman penjara hingga 180 tahun jika terbukti bersalah atas pembunuhan tak sengaja, dua tuduhan pembunuhan tingkat dua, dan delapan tuduhan kekejaman terhadap anak-anak. Selain itu, ada juga tuduhan memberikan senjata tersebut kepada putranya.
Untuk Colt Gray, dia ditahan di pusat penahanan remaja setelah menolak mengajukan jaminan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, AP News