Minggu, 14 JULI 2024 • 13:37 WIB

Krisis Kemanusiaan di Gaza, Israel Paksa Evakuasi 300 Ribu Warga

Author

Serangan terbaru Israel di Gaza.

INDOZONE.ID - Krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza telah mencapai titik kritis. Keputusan Israel untuk memaksa evakuasi 300.000 warga Gaza menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan.

Artikel ini akan membahas berbagai aspek terkait evakuasi paksa ini, termasuk pandangan dari berbagai pihak internasional, kondisi di lapangan, serta dampak yang dirasakan oleh warga Gaza.

Latar Belakang Konflik

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menculik sekitar 250 orang, Israel merespons dengan serangan besar-besaran ke Gaza.

Baca Juga: Ketegangan Makin Memuncak, Cadangan Gas Alam di Gaza Senilai Ratusan Miliar Jadi Rebutan!

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 38.300 orang tewas dan lebih dari 88.000 orang terluka akibat serangan ini.

Selain itu, lebih dari 80% dari 2,3 juta penduduk Gaza telah terusir dari rumah mereka, dan sebagian besar sekarang tinggal di kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak.

Keadaan di Lapangan

Di Khan Younis, wilayah selatan Jalur Gaza, setiap bangunan yang terlihat mengalami kerusakan akibat serangan Israel.

Menurut Muhannad Hadi, koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina, situasi di Khan Younis sangat mengkhawatirkan.

Banyak wanita yang terpaksa memotong rambut mereka karena kepadatan yang ekstrem di tempat penampungan sementara dan kamp tenda yang menyebabkan penyebaran kutu.

Pandangan Internasional

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengkritik standar ganda Barat dalam menangani konflik di Gaza dan Ukraina.

Menurutnya, jika Barat mendukung Ukraina untuk mempertahankan hukum internasional, maka hal yang sama harus dilakukan untuk Gaza.

Sanchez juga menyerukan konferensi perdamaian internasional untuk mendorong terbentuknya negara Palestina dan menciptakan kondisi untuk gencatan senjata segera dan mendesak.

Kondisi Pendidikan dan Infrastruktur

Serangan Israel juga menghancurkan hampir setiap sekolah di Gaza, mengubahnya menjadi puing-puing.

Sekolah yang tersisa berfungsi sebagai tempat penampungan bagi orang-orang yang terlantar, meninggalkan sekitar 625.000 anak usia sekolah tanpa tempat untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Meskipun kekurangan sumber daya, para guru di sekolah darurat di Gaza berusaha untuk mempertahankan sistem pendidikan yang ada.

Tindakan Israel di Tepi Barat

Selain serangan di Gaza, Israel juga melakukan penggerebekan di beberapa lokasi di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Ramallah, el-Bireh, Husan, Umm Safa, Halhul, dan Azzun. Penangkapan terhadap warga Palestina, termasuk pria dan anak laki-laki, terus berlanjut di wilayah ini.

Reaksi Terhadap Evakuasi Paksa

Kampanye militer Israel di Gaza telah menyebabkan banyak warga Palestina harus mengungsi berulang kali.

Setiap serangan baru membuat orang-orang harus mengungsi ke bagian lain dari utara Gaza karena Israel tidak mengizinkan mereka yang mengungsi ke selatan untuk kembali ke utara.

Menurut Mahmoud Bassal, direktur pertahanan sipil di Gaza, sekitar 60 mayat telah ditemukan di distrik Tal al-Hawa dan Sinaah setelah serangan Israel.

Beberapa mayat telah dimakan anjing, terbakar di dalam rumah, dan ada yang masih terjebak di reruntuhan.

Upaya Gencatan Senjata

Negosiasi gencatan senjata masih berlangsung di Doha, Qatar. Proposal yang didukung AS menyerukan gencatan senjata awal dengan pelepasan sandera yang terbatas dan penarikan pasukan Israel dari daerah-daerah berpenduduk di Gaza.

Baca Juga: Tentara Israel Lepaskan Anjing untuk Serang Nenek di Kamp Pengungsian Jabalia Gaza

Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Israel tidak akan menyetujui kesepakatan apapun yang menghalangi kelanjutan kampanye militer mereka sampai Hamas benar-benar dihilangkan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU