INDOZONE.ID - Pada rapat pleno, Ketua Komisi Urusan Negara Korea Utara Kim Jong Un, mengumumkan arah kebijakan untuk tahun baru 2024.
Di rapat tersebut, Kim Jong Un secara terbuka mendefinisikan hubungan antar Korea Utara dan Selatan sebagai hubungan permusuhan antara dua negara, dan bukan hubungan saudara senegara.
Tampaknya ada kemungkinan untuk merevisi rencana unifikasi satu negara, dua sistem yang telah dianjurkan sejak masa Presiden Kim Il Sung.
Hal ini dapat diartikan sebagai keinginan untuk merevisi secara menyeluruh kerangka hubungan antar Korea, yang telah diturunkan dari generasi sebelumnya.
Analisis menunjukkan bahwa arah ini dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan terhadap penggunaan senjata nuklir dan rudal, dengan beralih dari perspektif memandang Korea Selatan sebagai target unifikasi jangka panjang dan memandangnya sebagai kekuatan yang bermusuhan.
Baca Juga: Waduh! Kim Jong Un Perintahkan Persiapan Perang Dipercepat
"Hubungan antara Korea Utara dan Selatan bukan lagi hubungan kekerabatan atau homogenitas, namun telah sepenuhnya menjadi hubungan antara dua negara yang bermusuhan, dua pihak yang berperang," ujar Kim Jong Un seperti dilansir dari media pemerintah Korea Utara, Senin (1/1/2024).
"Sekarang kita perlu mengakui kenyataan dan memperjelas hubungan kita dengan Korea Selatan. Ini adalah kelompok yang telah menyatakan kita sebagai musuh utama dan hanya mencari peluang untuk rezim. Keruntuhan dan penyatuan melalui penyerapan dengan berkolusi dengan kekuatan asing. Menganggap mereka sebagai penentang rekonsiliasi dan unifikasi adalah kesalahan yang tidak boleh kita lakukan lagi," tegas Kim Jong Un.
Jika dilihat dari sejarah pahit hubungan antar Korea, ditandai dengan ketidakpercayaan dan konfrontasi yang berulang-ulang, kini perubahan hubungan antara Korea Utara dan Selatan pun semakin jelas.
Sejak Juli lalu, Korea Utara telah menunjukkan niat untuk melepaskan diri dari persepsi Selatan dengan menyebutnya Republik Korea dan bukan Korea Selatan.
Namun, ini adalah pertama kalinya pengakuan tersebut terungkap melalui penyebutan itu dalam rapat pleno sebagai pengganti pidato Tahun Baru Kim Jong Un.
Hal ini dapat diartikan sebagai niat untuk mencegah persepsi rekan senegaranya mempengaruhi penerapan kebijakan permusuhan terhadap Korea Selatan, dan uji coba nuklir dan rudal di masa depan.
Hong Min, peneliti senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, memberikan tanggapan terkait hasil dari sidang pleno ke-9 Komite Sentral Partai Korea Utara ke-8.
"Jika Korea Selatan dan Utara menyerah pada diskusi unifikasi dan memperlakukan satu sama lain sebagai pihak yang bermusuhan dan tidak memiliki hubungan diplomatik, terdapat kontradiksi dalam penggunaan senjata nuklir terhadap orang yang sama. Hal ini akan dihilangkan," katanya.
"Pada akhirnya, Korea Utara telah mendirikan sebuah negara dengan struktur kenegaraan untuk menjamin legitimasi pengembangan senjata nuklir dan rudal serta pertempuran nyata melawan Korea Selatan," tambahnya.
Baca Juga: Kim Jong-un Nangis Sesegukan, Memohon Ibu-ibu di Korut Agar Mau Melahirkan Banyak Anak
Korea Selatan di bawah pemerintahan Kim Dae Jung menafsirkan bahwa dia bahkan telah menyangkal kebijakan perdamaian Korea Utara, yang dikeluarkan oleh pemerintahan Moon Jae In, termasuk Proses Perdamaian Semenanjung Korea dan penggunaan Korea Utara yang bersifat perdamaian oleh pemerintah progresif.
Kim Jong Un juga mengisyaratkan pengurangan organisasi terhadap Korea Selatan di masa depan.
"Kita perlu mengubah secara mendasar prinsip-prinsip dan arah perjuangan dengan mengambil langkah-langkah untuk mengatur dan menata kembali organisasi-organisasi di sektor bisnis Korea Selatan, termasuk Kementerian Luar Negeri," ujar Kim Jong Un.
Baru-baru ini, Korea Utara telah mengeluarkan pesan ke Korea Selatan atas nama Kementerian Luar Negeri bukannya Kementerian Unifikasi, yang merupakan organisasi yang bertanggung jawab menangani Korea Selatan.
Writer: Putri Octavia Saragih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Naver