Kamis, 28 DESEMBER 2023 • 15:06 WIB

Mengenang Kembali Aksi Teroris 7 Tahun Lalu di Berlin, Truk Tabrak Pasar Natal yang Menewaskan 12 Orang

Author

Lokasi kejadian aksi teror di Pasar Natal, Berlin, Jerman.

INDOZONE.ID - Pada 19 Desember 2016, truk menabrak pasar natal di dekat Gereja Kaiser Wilhelm di Breitscheidplatz, Berlin, Jerman. Sebanyak 12 orang tewas dan 56 luka parah. Lukasz Urban, supir truk, turut menjadi korban.

Truk dihentikan oleh sistem rem otomatis. Pelaku utama, Anis Amri, warga Tunisia, berhasil ditembak mati di Milan, Italia, 4 hari setelah kejadian.

Dalam investigasi, diduga pelaku terkait dengan kelompok teroris ISIS, seperti terlihat dalam video yang dirilis oleh ISIS, dan dianggap anak buah Abu Bakar Al-Baghdadi.

Meskipun Jerman bukan target utama, Perancis menjadi sasaran serangan ISIS, seperti yang terjadi di Nantes pada 2014 dan Nice pada 14 Juli 2016. Kasus serangan truk di Berlin melibatkan truk semi-trailer Scania R 450 hitam dengan plat nomor Polandia.

Truk itu awalnya milik perusahaan Uslugi Transportowe Ariel Zurawski, yang pemiliknya, Ariel Zurawski, merupakan sepupu Lukasz Urban. Lukasz diminta membawa baja dari Turin, Italia, ke Polandia, dan Ariel kehilangan kontak dengannya setelah beristirahat di sebuah toko kebab di Berlin.

Baca Juga: Tragedi Pembunuhan Mahasiswa Jordania di Jerman, Gara-gara Posting Tentang Gaza Berujung Tragis

Saat Ariel mengecek truknya melalui GPS, terdeteksi arah yang mencurigakan. Ariel menduga truknya dibajak, dan setelah berita kasus tersebar, Ariel menemukan Lukasz tewas di kursi penumpang truk dengan luka tembak dan tusukan.

Pelaku diduga menusuk Lukasz terlebih dahulu, berusaha menghentikan serangan, sebelum akhirnya menembak mati Lukasz. Tidak ditemukan bukti senjata milik pelaku setelah kejadian.

Waktu Kejadian dan Jumlah Korban

Lokasi kejadian aksi teror di Pasar Natal, Berlin, Jerman.

Kasus penabrakan truk terjadi pada pukul 20:10 waktu setempat di Berlin. Truk datang dari arah Hardenbergstraße dan menabrak pasar Natal di sekitar Gereja Kaiser Wilhelm.

Setelah menghancurkan beberapa kios, pelaku memutar arah ke Budapester Straße dan berhenti di Gereja Kaiser Wilhelm.

Meski sejumlah saksi mencoba mengejar pelaku yang melarikan diri ke Tiergarten, pelaku berhasil ditemukan dan ditembak mati oleh polisi empat hari setelah kejadian.

Korban meninggal mencapai 12 orang, dengan 56 orang lainnya luka parah, sebagian besar akibat tertabrak truk atau tertimpa reruntuhan kios.

Pada 2021, salah satu korban meninggal karena luka kepala tertimpa baja, menambah jumlah korban tewas menjadi 13.

Pengejaran Pelaku

Pelaku aksi teror di Pasar Natal, Berlin, Jerman.

Pencarian pelaku dimulai dengan perintah dari Kanselir Angela Merkel dan Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere. Seorang pria asal Turbat, Pakistan, bernama Naved Baloch, ditangkap namun dibebaskan setelah tidak terbukti terlibat dalam kasus tersebut.

Pada 21 Desember 2016, polisi berhasil menemukan pelaku sejati, Anis Amri, warga Tunisia yang terkait dengan ISIS. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku keluar dari stasiun kereta Berlin Zoo, dan setelah pelarian melalui beberapa negara, Amri akhirnya ditembak mati oleh polisi di stasiun kereta api Sesto San Giovanni di Milan, Italia.

Baca Juga: Austria Jadi Negara Paling Bahagia di Eropa, Jerman dengan Ekonomi Terbesar Malah Paling Tidak Bahagia

Investigasi menunjukkan kesamaan sidik jari Amri dengan yang ditemukan di truk. Selain itu, siaran ISIS yang dipimpin oleh Abu Bakar Al-Baghdadi memperlihatkan pelaku dalam serangan "jihad." Pemerintah Jerman dan Italia bekerja sama dalam investigasi lanjutan terkait pelaku.

Reaksi Masyarakat Dunia

Pemberian Penghormatan di beberapa Monumen Kasus Penabrakkan Truk Berlin 2016.

Tanggapan masyarakat terhadap kasus penabrakan truk menunjukkan solidaritas positif, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Meskipun begitu, para petinggi pemerintahan Jerman, khususnya Kanselir Angela Merkel, mendapat kritik terutama terkait kebijakan penerimaan warga "pelarian" dari negara lain.

Beberapa mengkhawatirkan potensi terorisme dari luar negeri, termasuk dari kelompok ISIS, terkait kebijakan ini. Meski demikian, ada juga yang membela kebijakan Merkel.

Donasi untuk korban juga mengalir, seperti yang dilakukan oleh Dave Duncan, seorang supir truk Inggris, yang berhasil mengumpulkan 110.000 Euro melalui kampanye donasi.

Baca Juga: Austria Jadi Negara Paling Bahagia di Eropa, Jerman dengan Ekonomi Terbesar Malah Paling Tidak Bahagia

Dukungan juga datang dari pihak pemerintah Polandia kepada keluarga Lukasz Urban, korban supir truk yang meninggal. Pemerintah Jerman memberikan biaya ganti rugi kepada pemilik truk yang dibajak oleh pelaku, Anis Amri.

Umat Muslim dan Kristiani bersatu dalam doa untuk korban. Presiden Polandia, Andrzej Duda, bersama mereka mengunjungi pemakaman Lukasz di Desa Banie, Polandia, untuk mendoakan almarhum.

Sebagai langkah pencegahan, pihak keamanan Jerman memperketat pengawasan, termasuk deportasi warga "pelarian" dan peningkatan keamanan melalui penambahan kamera CCTV serta penanda elektronik untuk mendeteksi warga. Meski mendapat kritik, Jerman tetap berkomitmen meningkatkan keamanan negara dengan berbagai langkah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: France24

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU