INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuka peluang negaranya menyerang Iran lagi.
AS akan kembali menyerang Iran jika pihak Teheran memaksakan kesepakatan yang tidak menguntungkan bagi pihak Washington D.C.
Trump menegaskan, bahwa Paman Sam dalam posisi dominan dalam perundingan dengan Iran perihal perdamaian perang.
Diketahui, AS-Israel dan Iran berperang sejak 28 Februari 2026. Perang dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran yang dibalas pihak Teheran.
Baca juga: Peringatan Keras Donald Trump: Tak Ada Negara yang Boleh Mengendalikan Selat Hormuz!
Menurut laporan Axios, yang dilansir dari Antara, Jumat (29/5/2026), berdasarkan pejabat AS, Paman Sam dan Iran telah menyepakati rancangan kesepakatan berdurasi 60 hari.
Namun, Trump belum memberikan persetujuan akhir terkait perundingan perdamaian antara AS dengan Iran.
"Pada akhirnya, batasannya adalah kesepakatan yang tidak akan menguntungkan bagi kami, karena Anda tahu saya sedang menjalaninya dan kami akan lihat nanti; dan memang itu yang saya lakukan," kata Trump kepada Fox News.
Trump: Iran Licik, tapi AS Tetap Dominan
Trump mengakui Iran merupakan negosiator ulung. Bahkan, ia menyebut Iran dengan sebutan licik. Meski begitu, Trump menegaskan AS memegang kendali karena punya semua kartu Iran.
"Saya bernegosiasi, mereka bernegosiasi, mereka negosiator yang sangat baik, mereka licik; tetapi pada akhirnya, kami yang memegang semua kartu," ujarnya.
AS telah memblokade Selat Hormuz sejak Senin 13 April 2026 lalu. Angkatan Laut Paman Sam mengetatkan penjagaan kapal yang melalui, baik masuk maupun keluar, pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.
Baca juga: Donald Trump Minta Uranium Iran Diserahkan ke AS atau Dimusnahkan
AS menyatakan kapal non-Iran tetap bebas melintasi Selat Hormuz jika tidak membayar sepeser pun kepada pihak Teheran.
Sebelumnya, pihak Teheran berencana memberlakukan pungutan bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, tapi belum terlaksanakan.
Rencana pungutan ini merupakan tindak lanjut Iran yang lebih dulu mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz.
Baca juga: Trump Tegaskan AS Tidak Akan Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
Penjagaan ini merupakan salah satu respons Iran atas serangan AS-Israel ke wilayahnya pada akhir Februari lalu. Iran melarang kapal-kapal AS dan sekutunya melalui Selat Hormuz.
Kini, AS dan Iran tengah berunding untuk mencapai kesepakatan damai sekaligus mengakhiri perang. Akan tetapi, belum ada hitam di atas putih yang disepakati oleh kedua belah pihak hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara