Kamis, 28 MEI 2026 • 12:30 WIB

Peringatan Keras Donald Trump: Tak Ada Negara yang Boleh Mengendalikan Selat Hormuz!

Author

Ekspresi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Gedung Putih, Washington D.C., 11 Mei 2026. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperingatkan bahwa tidak ada negara yang boleh mengendalikan Selat Hormuz.

Selain itu, Trump pun menjelaskan, bahwa Paman Sam akan mengawasi jalur maritim paling aktif yang dilewati 20 persen pasokan energi dunia itu. 

Trump menyatakan masalah Selat Hormuz sedang diperbincangkan antara AS dan Iran. Ia tidak akan membiarkan Iran menguasai Selat Hormuz meski pihak Teheran menginginkannya.

Penampakan Selat Hormuz pada 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer)

"Tidak, selat itu akan terbuka bagi semua pihak. Itu adalah perairan internasional, tidak ada yang akan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya, kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya," kata Trump dalam rapat kabinet.

AS telah memblokade Selat Hormuz sejak Senin 13 April 2026 lalu. Angkatan Laut Paman Sam mengetatkan penjagaan kapal yang melalui, baik masuk maupun keluar, pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Baca juga: Militer AS Serang Lokasi Rudal dan Kapal Iran di Selat Hormuz, Batal Damai?

AS menyatakan kapal non-Iran tetap bebas melintasi Selat Hormuz jika tidak membayar sepeser pun kepada pihak Teheran.

Sebelumnya, pihak Teheran berencana memberlakukan pungutan bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, tapi belum terlaksanakan. 

Rencana pungutan ini merupakan tindak lanjut Iran yang lebih dulu mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz. 

Penjagaan ini merupakan salah satu respons Iran atas serangan AS-Israel ke wilayahnya pada akhir Februari lalu. Iran melarang kapal-kapal AS dan sekutunya melalui Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Hampir Final, Selat Hormuz Segera Dibuka?

Project Freedom AS Ditunda

Perang antara AS-Israel dengan Iran tengah masuk dalam tahap perundingan untuk mencapai kesepakatan damai. Perundingan dilakukan oleh pihak AS dan Iran dengan Pakistan sebagai mediator.

Oleh sebab itu, Trump pun menunda pelaksanaan Project Freedom pada awal Mei lalu. Proyek ini merupakan upaya AS membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz untuk keluar dari wilayah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU