Rabu, 27 MEI 2026 • 14:00 WIB

Korea Selatan Targetkan Kapal Selam Bertenaga Nuklir Pertama Meluncur pada 2030-an

Author

Kapal selam KSS-III Korea Selatan ROKS Dosan Ahn Chang-ho di pangkalan utama armada Pasifik Kanada setelah latihan militer, di Pangkalan Pasukan Kanada (CFB) Esquimalt dekat Victoria, British Columbia, Kanada, pada 25 Mei 2026. (REUTERS/Chris Helgren)

INDOZONE.ID - Pemerintah Korea Selatan menargetkan peluncuran kapal selam bertenaga nuklir pertamanya pada pertengahan dekade 2030-an. 

Program ambisius ini disiapkan untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal bawah laut dari Korea Utara yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah tersebut sekaligus menandai upaya Seoul untuk bergabung dengan kelompok kecil negara yang memiliki armada kapal selam bertenaga nuklir. 

Baca juga: Hakim Korea Selatan yang Perberat Hukuman Mantan Ibu Negara Ditemukan Meninggal

Jika berhasil, proyek ini diperkirakan akan mengubah keseimbangan keamanan di kawasan Asia Timur dan memicu persaingan militer bawah laut yang semakin intens.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengatakan kapal selam tersebut menjadi simbol komitmen negaranya dalam menjaga perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea. 

Pernyataan itu disampaikan saat rapat komite yang membahas strategi pertahanan masa depan negara tersebut.

Menurut Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, kapal selam baru itu nantinya akan menggunakan bahan bakar uranium dengan tingkat pengayaan rendah. 

Seluruh proses pengembangan dan pembangunannya juga dirancang dilakukan di dalam negeri dengan memanfaatkan kemampuan industri nasional Korea Selatan.

Baca juga: Kim Jong Un Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Tak Bisa Diubah, Ancam Korea Selatan

Fokus pada Teknologi Dalam Negeri

Program kapal selam nuklir ini disebut akan melibatkan sektor industri nuklir, galangan kapal, dan pertahanan Korea Selatan. Pemerintah Seoul menegaskan proyek tersebut tetap berada dalam koridor komitmen negara untuk tidak mengembangkan ataupun memiliki senjata nuklir.

Kementerian Pertahanan menyebut penggunaan tenaga nuklir akan memberikan kemampuan operasional yang jauh lebih unggul dibanding kapal selam konvensional yang dimiliki saat ini. 

Kapal selam bertenaga nuklir dapat berada di bawah laut dalam waktu lebih lama tanpa perlu sering muncul ke permukaan, sekaligus memiliki mobilitas yang lebih tinggi.

Seoul juga berencana bekerja sama secara erat dengan Amerika Serikat dalam pengadaan bahan bakar uranium rendah pengayaan guna memastikan proyek tersebut tetap memenuhi aturan nonproliferasi internasional.

Selain itu, Korea Selatan akan berkoordinasi dengan International Atomic Energy Agency untuk memastikan seluruh pengembangan berjalan sesuai regulasi internasional.

Saham Industri Kapal Melonjak

Rencana pembangunan kapal selam nuklir ini langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham perusahaan galangan kapal besar Korea Selatan mengalami kenaikan signifikan setelah Presiden Lee menyoroti pentingnya proyek tersebut dalam rapat kabinet.

Perusahaan Hanwha Ocean mencatat kenaikan saham lebih dari 10 persen, sementara HD Hyundai Heavy Industries naik hampir 10 persen pada penutupan perdagangan.

Kenaikan tersebut menunjukkan optimisme investor terhadap peluang besar industri pertahanan dan perkapalan Korea Selatan dalam proyek strategis jangka panjang tersebut.

Ketegangan Kawasan Diperkirakan Meningkat

Rencana Seoul membangun kapal selam nuklir diperkirakan akan menjadi perhatian negara-negara di kawasan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Asia Timur. 

Selama ini, Korea Utara terus mengembangkan rudal balistik dan kemampuan peluncuran dari kapal selam sebagai bagian dari strategi militernya.

Dengan hadirnya kapal selam bertenaga nuklir, Korea Selatan diyakini ingin meningkatkan kemampuan deteksi, patroli, dan respons cepat terhadap potensi ancaman dari Pyongyang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU