Lokasi ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
INDOZONE.ID - Bullying jadi alasan pelajar berinisial R merakit bom hingga meledakkannya di MAN 3 Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Rupanya, aksi bullying terhadap pelajar tersebut telah terjadi sejak kecil.
"Dulu waktu kecil mengalami itu, mengalami di-bully, tapi tidak dengan anak yang sama ya," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Memasuki kelas 2 di MAN 3 Padang, R mengaku juga mengalami tindakan bullying dari rekan-rekannya.
"Si anak dari duduk kelas dua dia sudah di-bully. Sekarang, dia sudah kelas tiga. Sejak pertama duduk di kelas dua, dia sudah di-bully sama teman-teman kelasnya," kata Rosya.
Baca juga: Pelajar Peledak Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Teroris, Belajar Otodidak
"Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam," sambungnya.
Dari sinilah, R mulai mempelajari tata cara pembuatan bom. Dia belajar membuat bom secara otodidak melalui YouTube dan media sosial (medsos).
"Sehingga, dia dari Bulan Ramadan sudah belajar secara otodidak, kemudian melihat internet, melihat Instagram itu, dia lakukan. Itu, dia akui sendiri," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, ledakan sempat terjadi di area Sekolah MAN 3 Padang beberapa waktu yang lalu. Ledakan tersebut bersumber dari bom rakitan milik salah satu pelajar disana.
Terkini, pelajar tersebut sudah diamankan polisi. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan