Selasa, 26 MEI 2026 • 09:47 WIB

Militer AS Serang Lokasi Rudal dan Kapal Iran di Selat Hormuz, Batal Damai?

Author

Ilustrasi perang AS Vs Iran. (Freepik/creativaimages)

INDOZONE.ID - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyerang lokasi peluncuran rudal serta dua kapal militer Iran yang diduga sedang memasang ranjau laut di wilayah selatan Iran, Senin (26/5/2026). AS mengklaim serangan itu sebagai bentuk pembelaan diri.

Menurut Komando Pusat Militer Amerika Serikat, serangan dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman pasukan Iran. Meski begitu, AS menegaskan tetap menahan diri selama gencatan senjata.

"Pasukan AS melakukan serangan membela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi personel kami dari ancaman pasukan Iran,” kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins.

Baca juga: Trump Tegaskan AS Tidak Akan Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran

Sampai saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai bentuk ancaman dari Iran maupun dampaknya terhadap proses negosiasi kedua negara.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Iran harus menyerahkan persediaan uranium kepada AS untuk dimusnahkan. 

Trump juga mendorong perluasan besar-besaran Perjanjian Abraham yang bahkan disebut dapat mencakup Iran dalam kerangka perdamaian kawasan di masa depan.

“Uranium yang diperkaya (debu nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dimusnahkan, atau lebih baik lagi dimusnahkan di lokasi dengan koordinasi bersama Republik Islam Iran atau di lokasi lain yang disepakati,” tulis Trump di akun Truth Social miliknya.

Sebelumnya, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di beberapa titik di sekitar Selat Hormuz pada Senin, termasuk di wilayah Bandar Abbas, Iran selatan. 

Baca juga: Menlu AS Sebut Iran yang Penyebab Jika Kesepakatan Damai dengan AS Gagal Total

Ledakan tambahan juga terdengar di dekat Sirik dan Jask yang berada di jalur perairan strategis tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: India Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU