INDOZONE.ID - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran mungkin segera berakhir dalam waktu dekat. Sebab, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan perundingan AS dan Iran akan terjadi lagi pada pekan depan paling cepat.
Perundingan itu akan mempertemukan perwakilan AS dan Israel bersama mediator. Mereka akan merumuskan kerangka perundingan selama sebulan untuk mengakhiri perang yang tertuang dalam nota kesepahaman satu halaman dengan 14 poin.
Beberapa poin yang mungkin tertuang dalam rancangan dokumen itu, adalah program nuklir Iran, deskalisasi di Selat Hormuz, dan peluang penyerahan cadangan uranium diperkaya milik Iran ke negara lain.
Selain itu, ada sejumlah isu utama lain yang juga mesti diselesaikan, supaya perang tidak pecah lagi dalam waktu dekat.
Baca juga: Mengapa Korea Utara Boleh Punya Nuklir sedangkan Iran Tidak?
Namun, diperkirakan ada yang menghambat negosiasi antara AS dan Iran. Hambatan itu adalah pengurangan sanksi terhadap Iran yang masih jadi perdebatan.
Kabar baiknya, jika perundingan berjalan lancar hingga menunjukkan kemajuan, masa satu bulan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan bersama.
Kapan Perang Berakhir?
Perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Iran. Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.
Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Iran tidak tinggal diam saja dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Perang AS-Israel dengan Iran pun berdampak global. Sebab, aksi Iran menutup Selat Hormuz, jalur maritim paling aktif dengan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melaluinya, membuat harga energi melonjak.
Gencatan senjata telah diberlakukan sejak 7 April lalu, tapi itu tidak akan berarti tanpa ada perdamaian. Kini, semua pihak menunggu akhir dari perang AS-Israel dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara