Senin, 20 APRIL 2026 • 21:30 WIB

Ukraina Dorong Eropa Bangun Sistem Pertahanan Rudal Balistik Sendiri

Author

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terlihat saat berjalan setelah menghadiri upacara Four Freedoms Awards di Middelburg, Belanda, pada 16 April 2026. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)

INDOZONE.ID - Ukraina mendorong negara-negara Eropa untuk segera mengembangkan sistem pertahanan khusus guna menghadapi ancaman rudal balistik. 

Seruan ini disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di tengah meningkatnya serangan Rusia yang semakin sulit diantisipasi.

Menurut Zelenskyy, kebutuhan akan sistem pertahanan tersebut sangat mendesak. Saat ini, salah satu tantangan terbesar Ukraina dalam perang melawan Rusia adalah menghadapi serangan rudal balistik, yang hanya bisa dicegat oleh sistem tertentu seperti Patriot buatan Amerika Serikat.

Baca juga: Upaya Damai Ukraina-Rusia Berlanjut, Negosiasi Intensif Digelar di Amerika Serikat

Ketergantungan pada Sistem Patriot

Dalam situasi perang yang terus berlangsung, Ukraina masih sangat bergantung pada sistem Patriot untuk menangkis rudal balistik Rusia. 

Namun, ketersediaan sistem ini semakin terbatas karena juga digunakan di berbagai wilayah lain, termasuk kawasan Teluk yang tengah menghadapi ketegangan dengan Iran.

Padahal, Rusia terus memanfaatkan rudal balistik untuk menyerang infrastruktur penting Ukraina, terutama fasilitas energi. Serangan tersebut telah merusak pembangkit listrik termal serta jaringan distribusi listrik, memperburuk kondisi energi di negara tersebut.

Baca juga: Perundingan Damai Ukraina-Rusia di Jenewa Buntu, Zelensky Tuding Rusia Sengaja Perpanjang Perang

Gagasan Sistem Pertahanan Eropa

Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina telah memulai pembicaraan dengan sejumlah negara Eropa untuk mewujudkan sistem pertahanan rudal balistik buatan sendiri.

Ia menilai Eropa tidak bisa terus bergantung pada sistem dari luar dan harus memiliki kemampuan pertahanan mandiri.

Saya yakin kita perlu memiliki sistem pertahanan rudal balistik Eropa. Kami sudah berdiskusi dengan beberapa negara dan sedang bergerak ke arah itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Zelenskyy bahkan menargetkan pembangunan sistem tersebut bisa dimulai dalam waktu dekat, dengan harapan dapat terealisasi dalam satu tahun ke depan.

Tantangan Besar, Tapi Realistis

Meski diakui sebagai proyek yang sangat kompleks, Zelenskyy tetap optimistis rencana ini dapat diwujudkan. Ia menyebut telah membicarakan ide tersebut dengan sejumlah negara kunci di Eropa, meski belum mengungkapkan secara rinci negara mana saja yang terlibat.

Di sisi lain, upaya serupa juga mulai terlihat dari sektor industri pertahanan. Perusahaan Ukraina, Fire Point (pengembang rudal jelajah Flamingo) dikabarkan tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Eropa untuk menciptakan sistem pertahanan udara baru.

Sistem ini diharapkan menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan Patriot, yang saat ini semakin sulit diperoleh.

Keterbatasan Sistem Alternatif

Sementara itu, Eropa sebenarnya sudah memiliki sistem pertahanan rudal balistik sendiri, yakni SAMP/T hasil kerja sama Italia dan Prancis. Namun, produksinya masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan dalam skala besar.

Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengembangan sistem baru yang lebih mandiri dan dapat diproduksi secara luas di kawasan Eropa.

Langkah Strategis ke Depan

Dorongan Ukraina ini mencerminkan perubahan strategi pertahanan di kawasan Eropa. Ancaman rudal balistik yang semakin intens membuat negara-negara di benua tersebut mulai mempertimbangkan kemandirian dalam sistem pertahanan.

Jika rencana ini berhasil, Eropa tidak hanya akan memperkuat pertahanan Ukraina, tetapi juga meningkatkan stabilitas keamanan regional secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU