INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat kejutan dengan pernyataannya soal uranium yang diperkaya milik Iran.
Trump mengklaim Iran akan mentransfer uranium yang diperkaya itu ke AS. Selain itu, ia juga menyatakan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
"Iran tidak memiliki senjata nuklir, dan mereka telah menyetujuinya," kata Trump, dikutip dari ANTARA, Jumat (17/4/2026).
"Iran telah menyetujuinya dengan sangat tegas. Mereka setuju menyerahkan debu nuklir yang berada jauh di bawah tanah, karena serangan yang kami lakukan dengan pesawat pengebom B-2,” jelasnya.
Baca juga: Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Ganggu Gencatan Senjata
Debu nuklir merupakan istilah yang dipakai Trump, untuk menyebutkan uranium diperkaya milik pihak Teheran.
Menanti Akhir Perang AS-Israel vs Iran
Menilik klaim Trump, itu seakan memberi titik terang soal ujung dari perang antara AS-Israel dengan Iran yang telah terjadi pada 28 Februari silam.
Perang dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran. Pihak Teheran pun membalas dengan menyerang sejumlah wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Tak ayal, intensitas perang terus meningkat yang menimbulkan korban, baik luka maupun meninggal dunia, dan kerusakan fasilitas.
Untungnya, AS dan Iran sepakat menjeda perang dengan menyetujui gencatan senjata selama dua pekan yang berlaku sejak 7 April silam.
Di tengah gencatan senjata, AS dan Iran melakukan perundingan yang membahas perdamaian, di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu. Sayangnya, perundingan itu berujung buntu.
Bahkan, AS justru memutuskan melakukan blokade di Selat Hormuz sejak 13 April 2026. Pihak Teheran menilai blokade AS mengganggu gencatan senjata.
Bagaimanapun, akhir dari perang ini dinanti oleh banyak negara karena mengganggu pasokan energi global sehingga harganya melonjak drastis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara