INDOZONE.ID - Insiden tragis terjadi di Bandara LaGuardia, New York, ketika sebuah pesawat regional milik Air Canada Express bertabrakan dengan kendaraan pemadam kebakaran saat proses pendaratan, Minggu malam (22 Maret 2026). Peristiwa ini menewaskan kedua pilot di dalam pesawat dan melukai puluhan orang lainnya.
Pesawat jenis CRJ-900 yang dioperasikan oleh Jazz Aviation tersebut diketahui membawa 72 penumpang dan empat awak. Penerbangan ini berangkat dari Montreal menuju New York sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di landasan.
Otoritas Amerika Serikat menyatakan bahwa insiden ini langsung memicu penutupan sementara bandara. Sementara itu, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) segera mengirim tim ahli untuk menyelidiki penyebab kejadian.
Baca juga: Sikap Santai Nicolas Maduro saat Tiba di Kantor DEA New York: Selamat Malam, Selamat Tahun Baru!
Kronologi Tabrakan di Landasan
Menurut otoritas pelabuhan New York dan New Jersey, kendaraan pemadam kebakaran saat itu tengah merespons insiden lain di area bandara. Kendaraan tersebut telah mendapatkan izin untuk melintasi landasan pacu (Runway 4).
Namun, beberapa saat kemudian, pesawat yang sedang mendarat justru menghantam truk tersebut di jalur taksi “Delta”.
Rekaman komunikasi pengawas lalu lintas udara menunjukkan situasi menegangkan menjelang tabrakan. Dalam rekaman tersebut terdengar peringatan mendesak kepada pengemudi kendaraan:
“Berhenti, berhenti, berhenti… truk 1 berhenti!”
Sayangnya, tabrakan tidak dapat dihindari.
Baca juga: Wali Kota Muslim Pertama New York Zohran Mamdani Ingin Tepati Janji hingga Kalahkan Donald Trump
Korban dan Dampak Kecelakaan
Dua pilot dilaporkan meninggal dunia akibat benturan keras tersebut. Selain itu, puluhan penumpang dan kru mengalami luka-luka, meski sebagian besar berada dalam kondisi stabil.
Beberapa petugas di dalam kendaraan pemadam juga mengalami cedera, termasuk patah tulang.
Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan, pesawat menabrak kendaraan dengan kecepatan sekitar 39 km/jam.
Bagian hidung dan kokpit pesawat terlihat mengalami kerusakan cukup parah, dengan posisi pesawat sedikit terangkat ke atas setelah benturan.
Operasional Bandara Terganggu
Akibat insiden ini, Bandara LaGuardia ditutup sementara hingga Senin siang waktu setempat. Setidaknya 18 penerbangan dialihkan ke bandara lain atau kembali ke bandara asal.
Sistem peringatan darurat kota New York juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kemacetan, penutupan jalan, serta peningkatan aktivitas petugas di sekitar area bandara.
Sebagai salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat, LaGuardia melayani lebih dari 30 juta penumpang sepanjang tahun 2025.
Sorotan terhadap Keselamatan Penerbangan
Kecelakaan ini menambah daftar insiden keselamatan penerbangan yang terjadi belakangan ini di Amerika Serikat.
Data dari Federal Aviation Administration (FAA) mencatat terdapat 97 kasus pelanggaran landasan (runway incursion) pada Januari tahun ini. Meski menurun dibandingkan 133 kasus pada periode yang sama tahun lalu, angka tersebut tetap menjadi perhatian serius.
Sebelumnya, pada 2025, kecelakaan antara pesawat regional dan helikopter militer menewaskan 67 orang, memicu investigasi besar serta usulan kebijakan baru untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Otoritas terkait, termasuk NTSB dan FAA, belum memberikan pernyataan rinci mengenai faktor utama yang memicu tabrakan tersebut.
Air Canada sendiri menyatakan telah mengetahui insiden ini dan menyerahkan penanganan kepada pihak operator, Jazz Aviation.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com