INDOZONE.ID - Operasi militer kembali mewarnai perang tanpa henti melawan kartel narkoba di Meksiko.
Angkatan Laut Meksiko melaporkan sedikitnya 11 orang tewas dalam sebuah penggerebekan di negara bagian Sinaloa, Kamis (19/3/2026).
Target operasi adalah sebuah properti yang terkait dengan faksi Los Mayos, bagian dari kartel Sinaloa yang sangat kuat.
Dalam operasi tersebut, pasukan keamanan berhasil menangkap Omar Oswaldo Torres, alias "El Patas", yang disebut-sebut sebagai pemimpin di faksi Los Mayos.
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Jet Tempur Siluman F-35 AS Diduga Kena Tembak
Namun, pihak berwenang tidak merilis identitas 11 orang yang tewas dalam baku tembak itu.
Menurut pernyataan resmi angkatan laut, personel mereka diserang setelah tiba di lokasi.
"Sesuai dengan kerangka hukum, mereka menghalau serangan itu," demikian pernyataan resmi tersebut.
Kronologi dan Temuan Lain
Dalam operasi yang sama, aparat juga menemukan putri dari seorang bos kejahatan.
Baca juga: Wabah Meningitis Picu Kepanikan Mahasiswa di Inggris, Dua Orang Meninggal Dunia
Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan tidak memiliki hubungan dengan aktivitas kriminal, wanita tersebut dibebaskan dan dikembalikan kepada keluarganya.
Dari lokasi kejadian, pasukan keamanan menyita sejumlah senjata berat dan senjata taktis yang digunakan para tersangka.
Menyusul Tewasnya 'El Mencho'
Operasi di Sinaloa ini terjadi hanya beberapa pekan setelah militer Meksiko menewaskan bos kartel paling dicari, Nemesio Oseguera alias "El Mencho", pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), dalam penggerebekan di negara bagian Jalisco.
Baca juga: China Gencarkan Upaya Dorong Pernikahan dan Kelahiran di Tengah Perubahan Pola Pikir Generasi Muda
Serangkaian operasi ini menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum terus melanjutkan ofensif besar-besaran terhadap kartel, meskipun risikonya selalu berupa kekerasan balasan yang memakan korban di kedua sisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters