INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yakin sekali negaranya bisa memenangkan perang dengan Iran.
Pada Rabu 11 Maret 2026, waktu setempat, Donald Trump bahkan menyatakan operasi militer terhadap Iran lebih mudah daripada perkiraan awal.
"Ya, ini keduanya, sebuah ekspedisi akan menjauhkan kami dari perang dan perang itu akan menjadi; bagi mereka itu adalah perang, bagi kami, ternyata lebih mudah dari yang kami duga," kata Donald Trump kepada wartawan, dikutip dari ANTARA, Kamis (12/3/2026).
Pernyataan itu merupakan jawaban Donald Trump atas pertanyaan wartawan di Cincinnati, Ohio, AS. Kala itu, wartawan bertanya apakah operasi militer tersebut sebagai peran atau sekadar ekspedisi.
Baca juga: Protes Perang Iran dan Genosida Gaza, Spanyol Tarik Duta Besar untuk Israel
Agresi AS-Israel Tidak Ciutkan Nyali Iran
Pada 28 Februari 2026, AS-Israel melancarkan serangan ke beberapa wilayah Iran, terutama Teheran. Serangan tersebut menyebabkan korban hingga rusaknya berbagai fasilitas.
Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal ke Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Dalam konflik ini, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia karena serangan ke negaranya. Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk sang pemimpin.
Namun, Iran bergerak cepat mencari pengganti Ali Khamenei. Pihak Teheran memilih Ayatollah Seyyed Hosseini Khamenei pada Minggu 8 Maret 2026. Ia merupakan putra kedua dari Ali Khamenei.
Hingga kini, AS-Israel dan Iran saling berbalas serangan. Eskalasi perang di antara pihak-pihak tersebut pun makin tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara