INDOZONE.ID - Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah terus memanas tanpa tanda-tanda mereda. Serangan yang dilancarkan selama lima hari terakhir telah menimbulkan korban jiwa yang sangat signifikan di Iran.
Berdasarkan laporan media setempat yang dikutip Al Jazeera, jumlah korban tewas akibat serangan gabungan tersebut kini telah melebihi angka seribu. Tepatnya, korban jiwa di Iran mencapai 1.045 orang. Angka ini menjadikannya salah satu konflik paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut.
Baca juga: Iran: Dukungan AS ke Israel Jadi Biang Kerok Konflik di Timur Tengah
Rudal Iran Ditembak Jatuh di Laut Tengah
Situasi kian kompleks setelah diketahui ada proyektil yang diluncurkan hingga keluar dari kawasan Teluk. Sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO di kawasan Laut Tengah bagian timur.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pihak Turkiye. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai target yang dituju oleh rudal balistik tersebut. Apakah rudal itu diarahkan ke pangkalan NATO, aset Israel, atau target lainnya masih menjadi misteri.
Baca juga: AS Respons Serangan Drone Usai 3 Tentaranya Tewas Akibat Eskalasi Konflik di Suriah dan Irak
Serangan balasan dari Teheran ini dilaporkan turut mengganggu kelancaran arus minyak di kawasan Timur Tengah. Gangguan tersebut menambah daftar panjang dampak konflik yang semakin meluas dan memicu kekhawatiran akan krisis energi global.
Di sisi lain, serangan dari pihak AS dan Israel tidak hanya terfokus pada Iran, tetapi juga terus menggempur wilayah Lebanon. Hal ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik di kawasan tersebut semakin sulit dikendalikan dan berpotensi menarik lebih banyak pihak ke dalam pusaran perang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera.com