Selasa, 03 MARET 2026 • 16:17 WIB

Iran Gelar Pemakaman Massal 165 Siswi Korban Serangan Bom Amerika-Israel

Author

Terdapat 40 pelajar menjadi korban tewas dari serangan Israel yang menyasar sekolah dasar khusus perempuan di kota Minab, Iran Selatan. (REUTERS/Mohammed Salem)

INDOZONE.ID - Duka mendalam menyelimuti Iran. Ratusan jenazah siswi dan staf sekolah yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel akhirnya dimakamkan secara massal di kota Minab, selatan Iran, Selasa (3/3/2026).

Pemakaman ini menjadi salah satu episode paling memilukan dalam konflik terkini. Ribuan warga memenuhi alun-alun kota, berkabung atas gugurnya 165 korban jiwa, sebagian besar adalah siswi. 

Dalam suasana haru, para pria mengibarkan bendera Iran sementara para wanita yang mengenakan chador hitam berdiri terpisah, sesekali melontarkan yel-yel "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel".

Seorang ibu yang mengaku sebagai orang tua salah satu korban, Atena, maju ke panggung sambil memegang foto putrinya. 

Baca juga: Ada Ruam Kemerahan di Leher Donald Trump saat Upacara Medal of Honor, Sakit Apa?

Ia menyebutnya sebagai "dokumen kejahatan Amerika". "Mereka mati di jalan Tuhan," ujarnya dengan suara bergetar.

Serangan pada Sabtu lalu itu disebut terjadi di sebuah sekolah dasar di Minab, tak lama setelah AS dan Israel mengumumkan serangan gabungan mereka ke Iran. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengutuk keras insiden ini di media sosial. 

"Ini adalah kuburan yang digali untuk lebih dari 160 gadis muda tak berdosa yang tewas dalam pemboman AS-Israel di sebuah sekolah dasar. Tubuh mereka hancur berkeping-keping," tulisnya.

AS Bantah, Dunia Kecam

Pemerintah AS melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio membantah dengan sengaja menargetkan sekolah. "Amerika Serikat tidak akan dengan sengaja menargetkan sebuah sekolah," klaimnya. 

Baca juga: 40 Negara Mulai Rasakan Dampak dari Krisis yang Terjadi di Selat Hormuz

Ia juga menyatakan bahwa jika serangan itu benar berasal dari AS, maka akan ada investigasi dari Departemen Perang.

Sikap serupa ditunjukkan Komando Pusat AS (Centcom) yang mengatakan sedang "melihat" laporan mengenai jatuhnya korban sipil. 

Sementara itu, militer Israel mengaku tidak mengetahui adanya serangan dari pihak mereka atau AS di area tersebut.

Pernyataan ini kontras dengan kecaman internasional yang mulai berdatangan. 

UNESCO dan aktivis pendidikan peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, mengutuk keras serangan terhadap institusi pendidikan tersebut. 

Di bawah hukum humaniter internasional, tindakan sengaja menyerang sekolah atau rumah sakit dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Baca juga: Warganya Tewas di Teheran, China Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

Pejabat tinggi PBB, Rosemary DiCarlo, juga menyatakan keprihatinannya dan mencatat bahwa laporan tersebut sedang ditelaah oleh pihak berwenang AS. 

Tragedi di Minab ini menambah panjang daftar korban sipil dalam konflik yang terus meluas, memicu kemarahan publik Iran dan kecaman dunia internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU