INDOZONE.ID - Vietnam resmi kasih lampu hijau buat SpaceX meluncurkan layanan internet satelit Starlink di wilayahnya.
Media pemerintah Vietnam ngumumin, Sabtu (14/2/2026), kalau Kementerian Sains dan Teknologi udah ngasih izin ke unit lokal Starlink buat nyediain layanan internet satelit, baik fixed maupun mobile.
Mereka juga dapet izin pakai frekuensi radio dan peralatan terkait.
Izin ini keluar di saat yang menarik banget. Soalnya, pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, dijadwalkan terbang ke AS pekan depan buat hadir di pertemuan perdana Board of Peace-nya Trump—inisiatif global buat ngatasi konflik internasional.
Meskipun belum diumumin resmi, sinyalnya udah jelas: hubungan Hanoi-Washington lagi memanas, dan Starlink jadi salah satu byproduct-nya.
Baca juga: Iran Siap Kompromi dengan AS Soal Nuklir, Ini Syaratnya
Uji Coba Setahun, Kini Resmi
Tahun lalu, Vietnam sebenernya udah ngizinin SpaceX uji coba layanan Starlink. Tapi sekarang udah naik kelas: izin resmi. Meski gitu, belum jelas kapan tepatnya layanan ini bakal mulai beroperasi.
SpaceX sendiri belum ngasih komentar—maklum, lagi akhir pekan.
Yang jelas, ini langkah besar buat Vietnam yang selama ini cukup ketat ngatur ruang digital.
Dengan hadirnya Starlink, akses internet di daerah terpencil bisa meningkat drastis.
Tapi di sisi lain, ini juga sinyal bahwa Vietnam makin terbuka sama investasi teknologi AS—apalagi di tengah negosiasi dagang yang lagi berlangsung.
Baca juga: AS-Israel Satu Suara: Iran Harus Ditekan, Jual Minyak ke Cina Dikurangi
Tarif 20 Persen Jadi Latar Belakang
Perlu dicatat, AS baru aja nerapin tarif 20 persen buat barang Vietnam Agustus lalu.
Dua negara ini sekarang lagi negosiasi dagang, dan pekan ini mereka udah masuk babak keenam—tapi belum ada kesepakatan.
Izin Starlink bisa jadi semacam sweetener dari Vietnam sebelum To Lam bertemu Trump.
Jadi, basically, Starlink nggak cuma soal internet. Ini soal geopolitik, diplomasi, dan dagang. Koneksi satelit, koneksi antar-negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters