Minggu, 01 FEBRUARI 2026 • 13:25 WIB

Trump Bilang Iran Sepakat Berunding Ketimbang Menghadapi Aksi Militer AS

Author

Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Nathan Howard)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Iran lebih memilih menghindari konflik dengan militer AS dan setuju membuat kesepakatan terkait negosiasi nuklir.

Hal ini disampaikan Trump meski Teheran menegaskan bahwa sistem rudal dan pertahanan negaranya “tidak akan pernah” masuk dalam agenda negosiasi.

"Iran sedang berbicara dengan kami, dan kita lihat apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan. Kalau tidak, kita lihat saja apa yang terjadi… Kami memiliki armada besar yang sedang bergerak ke sana," kata Trump kepada Fox News. 

Baca juga: Donald Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Dahsyat Jika Tolak Negosiasi Nuklir

"Mereka sedang bernegosiasi," tambahnya.

Trump menambahkan bahwa negara-negara sekutunya tidak diberi tahu soal rencana kemungkinan serangan karena alasan keamanan. Ia sebelumnya mengancam akan melakukan intervensi menyusul tindakan keras pemerintah Iran terhadap aksi protes anti-pemerintah yang menelan korban jiwa.

"Kami tidak bisa memberi tahu mereka soal rencana. Kalau saya memberitahukan rencana itu, dampaknya hampir sama buruknya seperti memberi tahu Anda, bahkan bisa lebih buruk," ujar Trump.

Sebelumnya, Trump telah mengerahkan kelompok tempur angkatan laut yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan dekat Iran. Langkah ini diambil setelah Trump melontarkan ancaman intervensi terkait penindakan keras terhadap demonstran.

Dalam pernyataan terpisah pada Sabtu, Trump enggan menyebutkan apakah ia sudah mengambil keputusan akhir terkait langkah AS terhadap Iran.

Saat berbicara kepada wartawan di pesawat menuju Florida, Trump  menghindari pertanyaan apakah Iran akan semakin berani jika AS membatalkan rencana serangan.

"Ada yang berpikir begitu. Ada juga yang tidak," jawabnya singkat.

Trump menegaskan bahwa Iran seharusnya sepakat untuk tidak memiliki senjata nuklir. Namun ia juga mengaku belum yakin Iran akan setuju.

"Saya tidak tahu apakah mereka akan melakukannya. Tapi mereka sedang berbicara dengan kami—serius," katanya.

Kehadiran armada laut AS di dekat Iran memicu kekhawatiran terjadinya perang. Iran sebelumnya memperingatkan akan membalas dengan serangan rudal ke pangkalan AS, kapal-kapal perang, dan Israel jika terjadi serangan.

Meski begitu, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan memilih jalan negosiasi terkait program nuklir dan rudalnya ketimbang menghadapi kekuatan militer AS. 

Di sisi lain, Iran menyebut siap berdialog soal nuklir selama rudal dan kemampuan pertahanan tidak dibahas.

"Bertentangan dengan hiruk-pikuk perang media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan," ujar Ali Larijani, Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. 

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Kremlin mengonfirmasi Larijani menggelar pembicaraan di Moskow dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu juga menegaskan bahwa konflik berskala besar akan merugikan semua pihak. Dalam percakapan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi, ia mengatakan Iran tidak pernah menginginkan perang.

Baca juga: Trump Ancam Tarif Impor 100 Persen ke Kanada Jika Lanjutkan Kerja Sama Dagang dengan China

"Republik Islam Iran tidak pernah mencari perang dan sama sekali tidak menginginkannya. Kami yakin perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan resmi kepresidenan Iran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU