INDOZONE.ID - Ribuan warga memadati Kebun Binatang Ueno pada Minggu (25/1/2026) untuk menyaksikan momen perpisahan dengan panda terakhir di Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei.
Dua panda raksasa kembar berusia empat tahun itu dijadwalkan kembali ke China pada akhir Januari, sekaligus mengakhiri lebih dari setengah abad kehadiran panda di Negeri Sakura sejak 1972.
Antusiasme publik begitu tinggi hingga pengelola memberlakukan sistem undian tiket.
Baca juga: Penusukan Massal dan Serangan Zat Kimia Lukai 15 Orang di Pabrik Jepang
Ribuan orang mendaftar demi mendapatkan kesempatan melihat langsung Xiao Xiao dan Lei Lei, meski waktu kunjungan dibatasi hanya sekitar satu menit per orang.
“Saya sudah datang sejak orang tua Xiao Xiao dan Lei Lei masih berada di sini,” ujar Machiko Seki (54), seorang pekerja di sektor keuangan.
“Rasanya seperti menyaksikan akhir dari satu kisah keluarga.”
Baca juga: Jepang Hadapi Rekor Serangan Beruang Tertinggi, Korban Jiwa Terus Bertambah
Sejak pagi hari, antrean panjang terlihat mengular di area masuk Ueno Zoo. Warga datang dari berbagai wilayah Tokyo, sebagian rela menunggu berjam-jam demi momen singkat tersebut.
Ueno Zoo Tokyo dipadati pengunjung yang ingin menjadi saksi hari terakhir dua panda yang selama ini menjadi ikon kebun binatang tertua di Jepang itu.
Kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei berarti Jepang kembali tanpa panda raksasa untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima dekade.
Selama bertahun-tahun, panda menjadi daya tarik utama yang menarik jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tak sedikit pengunjung yang tetap datang meski gagal memenangkan undian tiket masuk. Akiko Kawakami (49), seorang ibu rumah tangga, mengaku sengaja datang walau tidak bisa melihat panda secara langsung.
“Hari ini saya tidak menang undian, jadi tidak bisa melihat mereka dari dekat,” katanya.
“Tapi saya ingin tetap datang, setidaknya bisa berada di tempat yang sama.”
Bagi banyak orang, momen perpisahan panda Ueno Zoo bukan sekadar kunjungan wisata. Kehadiran panda selama ini dianggap memberi ketenangan emosional dan menjadi pelipur di tengah rutinitas kehidupan kota besar.
Rencana kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei kembali ke China sebenarnya telah disusun sejak lama sesuai kesepakatan konservasi. Namun, momen ini terasa istimewa karena menandai berakhirnya satu era bagi Jepang.
Meski terjadi di tengah hubungan Jepang-China yang belakangan disorot, isu politik nyaris tak menjadi perhatian pengunjung. Fokus utama tetap pada rasa haru dan kenangan yang ditinggalkan dua panda tersebut.
“Panda-panda ini memberi saya energi dan rasa damai,” kata Machiko.
“Hari ini saya datang hanya untuk mengucapkan terima kasih.”
Pada hari terakhir, setiap pengunjung hanya diberi waktu satu menit untuk melihat panda. Meski singkat, momen itu cukup meninggalkan kesan mendalam.
Banyak yang berharap suatu hari nanti panda raksasa kembali menghuni kebun binatang di Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com