Jumat, 16 JANUARI 2026 • 19:00 WIB

Kebakaran Melahap Guryong Village, Kawasan Kumuh Terakhir di Gangnam Korsel

Author

Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi kebakaran di Desa Guryong, Distrik Gangnam, Seoul, Korea Selatan, pada 16 Januari 2026. (Reuters/Kim Hong-ji)

INDOZONE.ID - Peristiwa kebakaran di Gangnam mengejutkan publik Korea Selatan (Korsel), pada Jumat (16/1/2026), waktu setempat. 

Api melalap Guryong Village, sebuah permukiman sederhana yang dikenal sebagai kawasan kumuh terakhir di Gangnam, distrik elite di ibu kota. 

Meski kebakaran berskala besar, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden yang sempat membuat ratusan warga harus mengungsi.

Baca juga: Korea Utara Tuduh Korsel Kirim Drone Mata-mata, Seoul Bantah Keras

Kebakaran dilaporkan mulai sekitar pukul 05.00 waktu setempat di permukiman kumuh Guryong Village, Gangnam, Seoul. 

Api dengan cepat membesar dan menyebar di antara rumah-rumah yang berdempetan, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

Pihak Badan Pemadam Kebakaran Nasional menyebutkan api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.28 siang. Artinya, hampir delapan jam dibutuhkan untuk mengendalikan kebakaran besar Korea Selatan tersebut.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran Seoul hari ini berdampak besar bagi warga sekitar. Sebanyak 258 penduduk terpaksa dievakuasi dari rumah mereka demi menghindari risiko asap tebal dan rambatan api.

Untuk mengatasi kebakaran, sebanyak 324 petugas pemadam kebakaran dikerahkan bersama 106 unit kendaraan. 

Setelah kondisi udara membaik dan kabut asap berkurang, sebuah helikopter juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di atas permukiman. Para warga, termasuk lansia, terlihat meninggalkan area sambil mengenakan masker.

Pengakuan Korban

Seorang warga bernama Kim Ok-im (69) mengaku terbangun setelah mendapat telepon dari tetangganya. Saat keluar rumah, api sudah terlihat menyebar. 

Ia mengatakan kebakaran kali ini membangkitkan trauma lama, mengingat beberapa tahun sebelumnya wilayah tersebut juga sempat terdampak banjir besar.

Guryong Village dikenal luas sebagai kawasan kumuh terakhir di Gangnam, berdiri di tengah salah satu distrik terkaya di Seoul. 

Permukiman ini terbentuk sejak dekade 1970-1980-an, ketika banyak keluarga terdampak proyek pembangunan besar dan akhirnya menetap tanpa izin resmi.

Sebagian besar rumah di permukiman kumuh Guryong Village dibangun dari material mudah terbakar seperti kayu lapis, lembaran vinil, dan styrofoam. 

Kondisi ini membuat wilayah tersebut sangat rentan terhadap kebakaran, sebagaimana juga pernah terjadi pada insiden serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Korea Utara Tuduh Korsel Kirim Drone Mata-mata, Seoul Bantah Keras

Respons Pemerintah Korsel

Menteri Keamanan Korea Selatan, Yun Ho-jung, menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mengerahkan sumber daya maksimal dalam penanganan kebakaran. 

Pemerintah juga memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kejadian serta menghitung kerugian yang ditimbulkan.

Sebagian warga Guryong Village sebenarnya telah direlokasi seiring rencana pembangunan ulang kawasan tersebut menjadi hunian bertingkat. 

Meski begitu, hingga kini, ratusan kepala keluarga masih bertahan dan tinggal di area rawan bencana tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU