INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) bersikukuh dengan keinginannya untuk menguasai Greenland, yang merupakan daerah otonom Denmark.
Kekukuhan itu menyebabkan dialog antara menteri luar negeri Denmark, Greenland, dan AS berlangsung alot.
Dialog itu terjadi pada Rabu 14 Januari 2026, antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark Lars Lokke Rasmussen bersama Menlu Greenland Vivian Motzfeldt, dengan Wapres AS JD Vance serta Menlu AS Marco Rubio di Washington, AS.
"Kemarin, saya mendapat kabar terkait rapat antara perwakilan Greenland, Denmark, dan Amerika Serikat. Pembicaraan berlangsung alot, tapi saya tetap menyampaikan terima kasih kepada kedua menteri yang telah menjelaskan posisi Kerajaan Denmark dan menepis kecurigaan AS. Ini sangat penting," kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada Kamis 15 Januari 2026, dikutip dari ANTARA, Jumat (16/1/2026).
Frederiksen menjelaskan, bahwa perselisihan pendapat masih ada di antara pihak-pihak terkait. Sebab, AS tetap pada pendiriannya untuk menguasai Greenland.
Baca juga: Klaim Donald Trump Bikin Warga Greenland Jadi Sulit Tidur!
Namun, Frederiksen menerangkan Denmark akan tetap berusaha mencegah upaya AS untuk menguasai Greenland. Pada Jumat, (16/1/2026), waktu setempat, pihaknya akan menyampaikan perkembangan terkini terkait Greenland ke parlemen.
Sementara itu, Menlu Denmark Rasmussen menyatakan pihaknya dan AS menyetujui pembentukan kelompok kerja tingkat tinggi. Badan ini akan mencari penyelesaian bersama ke depan.
Kamu harus tahu, Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Greenland mendapat otonomi luas pada 2009 yang mencakup wewenang memerintah dan menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA