Senin, 05 JANUARI 2026 • 08:20 WIB

Sebagian Besar Pengawal Maduro Tewas dalam Operasi Militer AS, Total Meninggal 80 Orang

Author

Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino (kanan). (Miraflores Palace/Handout via REUTERS)

INDOZONE.ID - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) yang digelar Sabtu (3/1/2026). Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (4/1/2026) waktu setempat.

Padrino menuduh pasukan AS yang terlibat dalam operasi penangkapan tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah.” 

Namun, ia tidak mengungkapkan jumlah pasti korban jiwa. Ia juga menegaskan bahwa Maduro merupakan “pemimpin sah dan autentik” Venezuela.

Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa korban tewas akibat operasi militer AS di Venezuela telah mencapai 80 orang dan kemungkinan jumlah itu masih bertambah. 

Media tersebut mengutip sumber pejabat senior Venezuela yang menyebutkan korban berasal dari unsur militer dan warga sipil.

AS Tangkap Maduro dan Istrinya

Pernyataan Padrino muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. 

Baca juga: Trump Akui Pertimbangkan Pembunuhan Maduro dalam Operasi Penangkapan

Trump mengatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya menegakkan hukum terhadap Maduro, yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkotika ke Amerika Serikat serta mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Trump juga menegaskan bahwa AS akan memegang kendali sementara atas Venezuela dan siap mengerahkan kekuatan militer tambahan jika diperlukan. 

“Amerika Serikat akan menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, dengan mengerahkan pasukan jika dibutuhkan,” ujarnya.

Maduro dan istrinya tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn. 

Keduanya menghadapi dakwaan federal atas tuduhan perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris. 

Baca juga: AS Tangkap Presiden Venezuela, Pendukung Maduro Gelar Aksi Turun ke Jalan

Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut, sementara pejabat di Caracas menyerukan pembebasannya.

Pemerintah Venezuela Bentuk Pemerintahan Sementara

Menindaklanjuti penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk segera menjabat sebagai presiden sementara. 

Menteri Pertahanan Padrino menyatakan bahwa angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodríguez serta terhadap dekret status darurat eksternal yang kini berlaku di seluruh wilayah nasional.

“Kami menuntut dunia internasional memberi perhatian penuh terhadap segala hal yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami,” tegas Padrino.

Ia menambahkan, militer Venezuela akan terus menggunakan seluruh kemampuan untuk menjaga keamanan nasional serta memelihara perdamaian di tengah situasi krisis yang terus berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU