Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 11:34 WIB

Sepekan Tragedi Bondi, Australia Ajak Warga Menyalakan Lilin dan Kurangi Senjata Api

Author

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berbicara dalam upacara peringatan lintas agama bagi korban penembakan acara Hanukkah di Bondi Beach, Sydney, 17 Desember 2025. (REUTERS/Hollie Adams)

INDOZONE.ID - Pemerintah Australia menggelar peringatan sepekan tragedi Bondi dengan menetapkan hari refleksi nasional untuk mengenang para korban penembakan massal di Bondi Beach, Sydney

Perdana Menteri Anthony Albanese juga mengumumkan kebijakan besar berupa program pembelian kembali senjata api secara nasional, sebagai respons atas tragedi yang mengguncang negeri tersebut.

Dalam rangka peringatan itu, Albanese mengajak masyarakat mengikuti aksi menyalakan lilin serentak di Australia pada Minggu 21 Desember, pukul 18.47 waktu setempat. Waktu tersebut dipilih karena bertepatan persis satu minggu sejak serangan terjadi. 

Baca juga: Pemakaman Matilda, Korban Termuda Penembakan Bondi Beach Digelar di Sydney

Menurutnya, momen ini menjadi ajakan bagi warga untuk berhenti sejenak, mengenang para korban, serta menunjukkan solidaritas lintas komunitas.

Hari ini adalah tentang berdiri bersama komunitas Yahudi, memeluk mereka dalam duka, dan seluruh rakyat Australia berbagi kesedihan yang sama,” ujar Albanese kepada wartawan. 

Ia menegaskan, melalui upacara peringatan korban penembakan Sydney ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa kebencian dan kekerasan tidak akan pernah mendefinisikan jati diri bangsa Australia.

Baca juga: Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Didakwa atas Terorisme dan 15 Pembunuhan

Selain hari refleksi, pemerintah juga berencana menggelar hari berkabung nasional pada awal tahun depan. 

Albanese mengatakan, agenda tersebut dirancang untuk memberi ruang bagi keluarga korban dalam memakamkan orang-orang tercinta serta mendukung mereka yang masih menjalani proses pemulihan fisik maupun psikologis.

Pada kesempatan yang sama, Albanese mengumumkan kebijakan pembelian kembali senjata api secara nasional. Skema ini akan mencakup senjata berlebih, senjata yang baru dilarang, serta senjata ilegal. 

Program tersebut disebut sebagai yang terbesar sejak reformasi undang-undang senjata pada 1996, menyusul tragedi Port Arthur yang menewaskan 35 orang.

Undang-undang senjata Australia diperketat secara signifikan setelah Port Arthur. Peristiwa mengerikan di Bondi menunjukkan bahwa kita masih perlu mengurangi jumlah senjata di jalanan,” kata Albanese.

Penembakan di Bondi Beach pada Minggu malam itu menewaskan 15 orang dan disebut sebagai aksi antisemit paling mematikan di Australia sejak tragedi Port Arthur. Dua orang, Sajid Akram dan putranya Naveed, didakwa atas serangan tersebut.

Tragedi ini memicu gelombang solidaritas di seluruh negeri. Selain doa bersama komunitas Yahudi, ratusan peselancar turun ke laut di Bondi sebagai bentuk penghormatan. 

Pemerintah juga tengah menyiapkan aturan baru untuk memperketat penindakan terhadap ujaran kebencian dan ekstremisme.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU