INDOZONE.ID - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, menjeguk Ahmed Al Ahmed, yang disebutnya sebagai “Pahlawan Sejati”, karena dengan berani mempertaruhkan nyawanya untuk merebut senjata pelaku penembakan di Pantai Bondi.
Insiden penembakan di Pantai Bondi, terjadi pada Minggu (14/12/2025). Akibat serangan tersebut, 16 orang tewas dan 29 lainnya terluka.
Nama Ahmed Al Ahmed muncul di balik tragedi mengerikan tersebut. Ia bukan polisi, bukan tentara. Ahmed hanyalah pedagang buah yang pagi itu berniat membeli kopi. Tapi keputusannya yang cepat dan berani, berhasil mengakhiri teror.
Pelaku diketahui dua orang, ayah dan anak, Naveed Akram (24) dan Sajid Akram (50). Salah satu dari mereka bahkan disebut memiliki izin resmi kepemilikan senjata api.
Penembakan terjadi saat perayaan Hanukkah berlangsung, menimbulkan dugaan kuat adanya motif kebencian terhadap komunitas Yahudi.
Baca juga: Pemimpin Partai Politik Australia Mundur Usai Putrinya Muncul di Film Dewasa
Di saat banyak orang berlari menyelamatkan diri, Ahmed memilih mendekat. Tanpa perlindungan apa pun, pria Muslim berusia 43 tahun ini bergerak perlahan.
Dia memanfaatkan mobil-mobil yang terparkir sebagai perlindungan. Ia mengincar salah satu pelaku, Sajid Akram.
Momen Ahmed Al Ahmed merebut salah satu pelaku penembakan Pantai Bondi, Australia. (Ist)
Video amatir yang viral memperlihatkan momen menegangkan itu. Ahmed bergulat, merebut senapan, dan berhasil melucuti senjata pelaku.
Namun keberanian itu harus dibayar mahal. Ahmed ditembak dua kali oleh pelaku kedua, mengenai lengan dan tangannya.
Dalam kondisi terluka, Ahmed tetap bertahan sampai bantuan datang. Tindakannya yang berani berhasil mencegah jatuhnya korban lebih banyak di Pantai Bondi.
Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi. Kabar terbaru menyebut kondisinya stabil dan masih membutuhkan tindakan medis lanjutan.
PM Australia Anthony Albanese datang langsung menjenguk Ahmed di rumah sakit. Dalam pernyataannya, Albanese menyebut Ahmed sebagai simbol keberanian dan kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ABC News