Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 10:40 WIB

Delhi Terapkan Pembatasan Kendaraan dan Kehadiran Kantor untuk Atasi Polusi Udara

Author

Kendaraan melintas di jalan pada pagi yang diselimuti kabut asap akibat polusi udara yang terus berlangsung, di New Delhi, India, pada 25 November 2025. (Reuters/Anushree Fadnavis)

INDOZONE.ID - Pemerintah Delhi mengambil langkah tegas untuk mengatasi kualitas udara yang buruk di ibu kota India

Dalam kebijakan polusi udara terbaru, otoritas setempat melarang kendaraan yang tidak memenuhi standar emisi terbaru dan membatasi kehadiran pegawai di kantor pemerintah maupun swasta.

Kualitas udara di Delhi, yang dihuni sekitar 30 juta orang, beberapa hari terakhir masuk kategori “sangat buruk” dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) sering melampaui angka 450. 

Baca juga: 4 Tersangka Baru Ditangkap dalam Kasus Ledakan Maut di Delhi India

Kabut tipis yang menyelimuti beberapa wilayah kota juga memperburuk jarak pandang, sehingga mengganggu operasional penerbangan dan kereta api. 

Menyikapi kondisi ini, Komisi Manajemen Kualitas Udara memberlakukan tahap empat dari Rencana Tindak Lanjut Bertahap (Graded Response Action Plan) bagi Delhi dan sekitarnya sejak Sabtu lalu (13/12/2025), level tertinggi dalam penanganan darurat polusi.

Langkah-langkah ini termasuk pembatasan kendaraan di Delhi karena polusi udara, larangan truk diesel tua masuk kota, penghentian sementara kegiatan konstruksi termasuk proyek publik, serta pemberlakuan sistem sekolah hybrid.

Baca juga: India Tangkap Komplotan Pelaku Ledakan Mobil di Delhi, Diduga Aksi Bom Bunuh Diri

Menteri pemerintah setempat, Kapil Mishra, menyampaikan bahwa seluruh kantor pemerintah dan swasta hanya diperbolehkan beroperasi dengan 50 persen kapasitas, sementara pegawai lainnya bekerja dari rumah. 

Untuk pekerja konstruksi yang terdaftar, banyak di antaranya bergaji harian, pemerintah menyiapkan kompensasi sebesar 10.000 rupee (sekitar Rp1,8 juta) akibat penghentian sementara aktivitas mereka.

Sebelumnya pada Selasa, pemerintah Delhi menegakkan peraturan ketat bagi kendaraan, melarang mobil dan truk yang tidak sesuai standar emisi terbaru. 

Pemerintah kami berkomitmen menyediakan udara bersih di Delhi. Kami akan mengambil langkah tegas untuk mewujudkannya dalam beberapa hari ke depan,” ujar Menteri Lingkungan Delhi, Manjinder Singh Sirsa.

Polusi udara di Delhi dan sekitarnya menjadi masalah tahunan saat musim dingin. 

Udara dingin dan padat menjebak emisi dari kendaraan, lokasi konstruksi, dan pembakaran lahan di negara bagian tetangga, sehingga tingkat polusi menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. 

Kondisi ini menempatkan warga pada risiko gangguan pernapasan serius. 

Lapisan tebal kabut yang menutupi kota membuat AQI menyentuh angka 450-an, jauh di atas ambang aman yang berada di bawah 50. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU