INDOZONE.ID - Hujan ekstrem picu banjir dan longsor di Sri Lanka sepanjang pekan ini dan menyebabkan bencana besar di berbagai wilayah.
Akibat bencana tersebut, 31 warga meninggal dunia dan 14 lainnya belum ditemukan, menurut laporan resmi pada Kamis (27/11).
Bencana paling parah terjadi di distrik Badulla, kawasan perkebunan teh di bagian tengah negara tersebut.
Baca juga: 27.433 Warga Padang Terdampak Banjir, BPBD: Sembilan Kecamatan Dilanda Genangan
Sebanyak 16 warga dilaporkan tertimbun material tanah saat lereng bukit runtuh dan menghancurkan rumah mereka pada malam hari.
Di wilayah tetangga, Nuwara Eliya, empat orang juga menjadi korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sri Lanka tersebut. Sisanya ditemukan di sejumlah area lain.
Hampir 400 rumah mengalami kerusakan, sementara lebih dari 1.100 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara hingga situasi dinyatakan aman.
Baca juga: 3.698 Rumah di Aceh Timur Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi
Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka memperingatkan peningkatan debit air sungai yang mengancam wilayah dataran rendah.
Warga diminta waspada dan segera mencari tempat yang lebih tinggi jika kondisi terus memburuk.
Otoritas menjelaskan bahwa meski Sri Lanka memang sedang berada di musim monsun timur laut, kondisi cuaca makin parah akibat depresi yang bergerak dari arah timur pulau.
Pemerintah juga menunda ujian akhir tahun di seluruh sekolah selama dua hari sebagai langkah antisipasi.
Curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlanjut. Lebih dari 100 mm hujan diprediksi turun di banyak wilayah, bahkan beberapa daerah di timur laut dapat diguyur hingga 250 mm dalam satu hari.
Dengan total 31 warga meninggal akibat bencana di Sri Lanka kali ini, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juni tahun lalu ketika hujan deras menewaskan 26 orang.
Pada Desember sebelumnya, banjir dan tanah longsor juga merenggut 17 korban jiwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.com