Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 07:45 WIB

Ekspor Seafood Jepang Terancam Rugi di Tengah Memanasnya Hubungan dengan China

Author

Seorang staf koperasi perikanan setempat menurunkan hasil tangkapan ikan queen snapper di Pelabuhan Perikanan Kubura, Pulau Yonaguni, Prefektur Okinawa, Jepang, pada 10 November 2023. (Reuters/Issei Kato)

INDOZONE.ID - Ketegangan antara Jepang dan China kembali meningkat. Kini, mulai memberikan dampak besar pada hubungan China-Jepang terutama pada ekspor seafood. 

Beijing dikabarkan tengah mempersiapkan langkah untuk melarang impor seafood dari Jepang, sebuah kebijakan yang berpotensi mengguncang industri perikanan Negeri Sakura.

Perselisihan terbaru ini mencuat setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan, serangan China ke Taiwan yang mengancam keberlangsungan Jepang dapat memicu respons militer. 

Baca juga: 491 Ribu Tiket Penerbangan ke Jepang Dibatalkan setelah China Imbau Warganya Hindari Bepergian

Pernyataan tersebut membuat Beijing murka, dan menuntut Takaichi mencabut ucapannya. 

Tak hanya itu, China juga mengimbau warganya tidak bepergian ke Jepang, yang langsung berdampak pada sektor pariwisata.

Menanggapi kabar larangan impor, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan, penduduknya tidak akan beli hasil tangkapan laut dari Jepang.

 “Di situasi saat ini, sekalipun produk laut Jepang dipasarkan ke China, tidak akan ada pasarnya," katanya.

Baca juga: Gunung Sakurajima Kembali Erupsi, Warga Jepang Diimbau Waspada Hujan Abu

Ia menambahkan, jika Takaichi tidak menarik ucapannya, China akan mengambil langkah balasan yang tegas dan resolutif.

Meski demikian, pemerintah Jepang mengatakan, belum menerima pemberitahuan formal mengenai keputusan tersebut. 

Namun, dua pejabat Jepang mengungkapkan, Beijing menilai prosedur impor saat ini 'tidak memadai', sebuah tanda kuat akan kembalinya larangan total.

Jika larangan ini benar diterapkan, maka ancaman terhadap ekspor perikanan Jepang semakin nyata. Terlebih, karena pasar China merupakan salah satu tujuan utama produk laut Jepang, sebelum pembatasan yang diberlakukan pada tahun 2023.

Dalam waktu singkat, ketegangan diplomatik ini menjalar ke sektor lain. 

Jepang bahkan mengimbau warganya di China untuk berhati-hati setelah berbagai pihak di China menunjukkan reaksi keras terhadap Takaichi.

Imbauan pemerintah China untuk menghindari perjalanan ke Jepang, memicu gelombang pembatalan tiket. 

Lebih dari 10 maskapai China kini menawarkan refund penuh untuk perjalanan ke Jepang sampai akhir Desember. 

Totalnya, sekitar 500.000 tiket diperkirakan sudah dibatalkan.

Seorang pegawai bank milik negara China mengatakan, karyawan dilarang mengajukan izin perjalanan ke Jepang untuk sementara waktu.

Jika China memberlakukan kembali larangan totalnya, dampak hubungan China-Jepang pada ekspor seafood, akan terasa sangat signifikan. 

Sebelum konflik ini, China menjadi pembeli utama untuk berbagai komoditas laut Jepang seperti scallop dan teripang. Negara itu bahkan menguasai lebih dari 20 persen pasar ekspor seafood Jepang.

Kini, hampir 700 eksportir Jepang telah mengajukan izin ulang agar bisa kembali masuk ke pasar China. Namun hingga kini, hanya tiga perusahaan yang mendapatkan persetujuan.

Bagi banyak pelaku industri, hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ancaman terhadap ekspor perikanan Jepang semakin mengkhawatirkan. 

Mereka yang berharap bisa kembali menembus pasar besar China, kini harus bersiap menghadapi kemungkinan pembatasan jangka panjang.

Ketegangan ini juga berimbas pada sektor budaya. Beberapa agenda antara kedua negara terpaksa dibatalkan:

- Pertemuan akademisi Jepang-China di Beijing ditunda
- Acara persahabatan di Hiroshima dibatalkan
- Pertunjukan komedian Jepang di sebuah festival di Shanghai dihentikan
- Penayangan film Jepang dan sebuah acara fan meeting boyband Jepang juga dibatalkan

Sebaliknya, beberapa selebritas Jepang berusaha meredakan ketegangan.

Penyanyi MARiA menulis di Weibo, China adalah 'rumah kedua' baginya, dan ia mendukung prinsip 'Satu China'.

Pemerintah Jepang tetap berpegang pada sikap resminya, dan menilai pernyataan PM Takaichi tidak menyimpang dari kebijakan negara. 

Hal itu menunjukkan, krisis diplomatik ini masih akan berlanjut, dan dampak hubungan China-Jepang pada ekspor seafood serta sektor lain, bisa semakin parah dalam waktu dekat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU