Minggu, 09 NOVEMBER 2025 • 10:53 WIB

Serangan Infrastruktur Energi Ukraina Meningkat Tajam Menjelang Musim Dingin

Author

Kondisi pemukiman Ukraina usai diserang oleh Rusia. (REUTERS/Umit Bektas)

INDOZONE.ID - Pada beberapa bulan terakhir, Rusia melancarkan serangan yang intens ke infrastruktur energi Ukraina, menyasar fasilitas produksi gas dan pembangkit listrik. Serangan ini dilakukan melalui ratusan drone dan puluhan rudal untuk melemahkan sistem pemanas dan suplai listrik saat musim dingin mendekat.

Melansir dari Routers, perusahaan gas negara Ukraina melaporkan, Naftogaz Ukrainy, serangan tersebut melibatkan 35 rudal dan 60 droneyang menarget beberapa fasilitas gas alam di wilayah Kharkiv dan Poltava. Kerusakan termasuk kerusakan kritis di beberapa fasilitas produksi gas.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Lakukan Pertukaran Tawanan Baru Setelah Dimediasi oleh UEA

Selain itu, menurut data dari kementerian energi Ukraina, jaringan listrik di banyak region terkena dampak serangan ini sehingga pemerintah memberlakukan pembatasan pasokan listrik di berbagai wilayah.

Di wilayah utara Chernihiv, ratusan ribu warga mengalami pemadaman listrik dan kekurangan air karena fasilitas energi dan sistem distribusi rusak. Bahkan pekerja darurat kesulitan memperbaiki kerusakan karena terus-menerus dihadang oleh serangan drone yang menghalangi akses teknisi ke fasilitas rusak.

Pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyatakan bahwa Rusia sengaja menunggu cuaca buruk untuk melancarkan serangan besar tersebut, karena kondisi cuaca mengurangi efektivitas pertahanan udara Ukraina hingga sekitar 20-30 persen.

Baca juga: Sekutu Ukraina Dorong Pertemuan Damai Zelenskyy dan Putin

Sementara itu, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, DTEK, mengabarkan bahwa sejumlah pembangkit termal dan fasilitas gas terpaksa dihentikan operasionalnya, memperburuk krisis energi menjelang musim dingin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU