Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 10:38 WIB

Karena Serangan Israel, 81 Persen Bangunan di Jalur Gaza Rusak!

Author

Israel kembali serang Gaza. (REUTERS/Stringer)

INDOZONE.ID - Sebanyak 81 persen bangunan di Jalur Gaza, Palestina, rusak berdasarkan laporan PBB pada Senin 3 November 2025.

Persentase bangunan terdampak di Jalur Gaza diketahui berdasarkan penilaian satelit terbaru, yang dilakukan seiring peningkatan upaya kemanusiaan, usai kurang lebih dua tahun serangan Israel.

Pemandangan drone menunjukkan warga Palestina berjalan melewati puing-puing setelah penarikan pasukan Israel dari area tersebut, di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, di Kota Gaza, 12 Oktober 2025. (Reuters/Stringer)

Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menyatakan masih dibutuhkan banyak dukungan supaya upaya kemanusiaan bisa menjangkau ke seluruh warga di Jalur Gaza.

"PBB dan mitra kami telah mendukung pembukaan kembali lima ruang belajar sementara di Kota Gaza,” ungkap Farhan, dikutip dari ANTARA, Rabu (5/11/2025).

Lalu, ia menjelaskan, bahwa 81 persen bangunan di Gaza rusak karena serangan Israel. Dibeberkannya, Gaza Utara mengalami peningkatan kerusakan terbesar sejak Juli 2025, dengan 5.700 bangunan baru terdampak.

Baca juga: PBB Kecam Serangan Udara Israel yang Tewaskan Warga Sipil di Gaza

“Lebih dari 123.000 bangunan di seluruh jalur tersebut telah diidentifikasi hancur, 50.000 lainnya rusak berat atau sedang, dan 24.000 kemungkinan rusak,” jelasnya.

Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Sebelumnya, perjanjian gencatan senjata diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang meliputi penarikan pasukan Israel, pertukaran tahanan, akses bantuan kemanusiaan, dan perlucutan senjata Hamas yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Pada 13 Oktober, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi mengenai gencatan senjata di Gaza.

Tentunya, gencatan senjata ini jadi angin segar setelah dua tahun perang Hamas dan Israel di Gaza. Dalam perang ini, Israel telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, melukai 170.000 orang, dan menghancurkan infrastruktur di Gaza.

Dengan gencatan senjata ini, Hamas diwajibkan membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup. Diketahui, ke-20 sandera itu telah ditahan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Di sisi lain, Israel juga wajib membebaskan 1.718 tahanan Palestina dari Gaza dan 250 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Namun, Israel telah melakukan berbagai pelanggaran sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan. Oleh sebab itu, kelanjutan gencatan senjata yang diinisiasi AS ini, menjadi pertanyaan sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU