Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 13:32 WIB

Jamaika Dihantam Badai Terburuk Abad Ini, 1,5 Juta Orang Terdampak

Author

Ilustrasi Topan Melissa (REUTERS/NOAA)

INDOZONE.ID - Topan Melissa menghantam Jamaika, Selasa (28/10) malam, waktu setempat. Kedatangannya menciptakan suasana mencekam. 

Menurut penduduk lokal, suara gemuruh angin dan hujan lebat menyerupai auman singa. Kuatnya badai menyebabkan longsor di Kawasan Pesisir Jamaika

Sebagian Jamaika Bagian Barat terendam banjir. Sebanyak 15 ribu penduduk berada di tempat penampungan sementara. 

Pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi wajib bagi 28 ribu orang. Namun, banyak di antara penduduk yang menolak meninggalkan kediaman mereka. 

Baca juga: Trump Mau Kunjungan ke Korea Selatan, Korut Uji Coba Rudal

Badan Meteorologi Jamaika telah memperingatkan bahwa kondisi akan memburuk. 

Topan Melissa sempat melemah sebentar menjelang malam. Namun, tiba-tiba kembali menguat hingga kecepatan 209km/jam. 

Ahli Siklon Tropis World Meteorological Organization's Claire mengatakan Topan Melissa masuk kategori 4, merujuk skala kekuatan badai Saffir-Simpson.

"Bagi Jamaika, ini akan jadi badai terbesar dalam abad ini," katanya.

Infrastruktur publik di Jamaika sendiri lumpuh. Diperkirakan 500 ribu orang hidup tanpa listrik. 

Pemerintah Jamaika baru mendapat sedikit laporan dampak Topan Melissa. Sejumlah rumah sakit, rumah warga dan jalanan rusak. 

Baca juga: Langgar Gencatan Senjata Lagi, Serangan Israel Tewaskan 9 Orang di Gaza

Pemerintah belum mendapat informasi terkait korban jiwa akibat badai. 

"Tapi kami memperkirakan ada sejumlah korban jiwa," kata Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, kepada CNN.

Palang Merah Internasional menaksir 1,5 juta jiwa di Jamaika terdampak langsung hantaman badai. 

Topan Melissa kini bergeser ke arah Santiago de Cuba, kota dengan populasi terbesar kedua di Kuba.

Pemerintah Kuba telah memerintahkan 500 ribu orang untuk naik ke daratan yang lebih tinggi.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC, Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU