Presiden Prabowo Tegaskan Kemitraan ASEAN dengan AS, Jepang hingga Korsel, Begini Katanya
INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 ASEAN–Amerika Serikat di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia.
Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kemitraan dengan AS sangat penting untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang damai, terbuka, dan sejahtera.
“Amerika Serikat telah lama, dan harus terus menjadi mitra pertumbuhan dan mitra perdamaian di Indo-Pasifik,” ujar Prabowo dilansir dari laman Setpres, Senin (27/10/2025).
Ia menilai, kehadiran AS selama ini membantu memperkuat integrasi dan daya saing ASEAN.
“Dengan kemitraan AS yang kuat, ASEAN telah menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 625 ribu pekerja Amerika,” tambahnya.
Soroti Isu Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia
Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo juga menyinggung krisis kemanusiaan di Palestina dan menekankan pentingnya keberanian moral komunitas internasional untuk bertindak nyata.
“Indonesia mengapresiasi hasil KTT Perdamaian Sharm El Sheikh, dan kepemimpinan Anda dalam memajukan peta jalan menuju perdamaian abadi. Tugas kita sekarang adalah mewujudkan kata-kata menjadi tindakan nyata,” tegasnya.
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung upaya bantuan dan rekonstruksi di Gaza, termasuk keterlibatan dalam misi stabilisasi multinasional.
Baca juga: Trump Puji Presiden Prabowo di KTT ASEAN: Teman Baru Saya dari Indonesia
Energi Bersih dan Ekonomi Digital Jadi Fokus
Masih di Kuala Lumpur, Prabowo juga menghadiri KTT ke-28 ASEAN–Jepang. Pertemuan ini menandai 50 tahun kemitraan antara kedua pihak.
“ASEAN dan Jepang telah lama menjadi mitra dalam memajukan perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,” kata Prabowo.
Ia menekankan pentingnya kerja sama di sektor energi bersih, mobilitas listrik, dan ekonomi digital, termasuk implementasi efektif ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership dan RCEP.
“Kemitraan Jepang dalam pengembangan hidrogen, mobilitas listrik, dan bahan bakar berkelanjutan sangat penting untuk mewujudkan visi bersama kita,” lanjutnya.
Selain sektor ekonomi, Prabowo juga menyoroti kerja sama berbasis manusia seperti pertukaran pemuda, pengembangan keterampilan, dan kolaborasi akademik.
KTT ASEAN–Korsel
Dalam KTT ke-26 ASEAN–Republik Korea, Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ASEAN dan Korea Selatan (ROK) harus menjadi kekuatan yang mendorong pertumbuhan dan perdamaian global.
“Kami berharap dapat memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN–ROK, menghadapi tantangan yang mendesak dan kompleks,” ujarnya.
Menurut Prabowo, potensi digital ASEAN yang besar dan kekuatan teknologi Korea dapat menciptakan ekosistem ekonomi digital senilai USD1 triliun pada 2030. Ia mendorong kolaborasi di bidang infrastruktur digital, pengembangan talenta, dan tata kelola AI.
Namun, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas kawasan.
“Kemitraan ASEAN–Korea Selatan harus menjadi kekuatan untuk kebaikan yang membawa perdamaian dan kesejahteraan bagi semua,” tandasnya.
Bukan Sekadar Blok Regional
Dari tiga pertemuan besar ini, Prabowo ingin menegaskan peran ASEAN sebagai pemain global yang aktif, bukan hanya pengamat.
“Mari kita memilih untuk berada di sisi sejarah yang benar. ASEAN dan mitranya harus menjadi motor perdamaian dan kemakmuran dunia,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setpres