INDOZONE.ID - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu atas tragedi perang dan penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Macron menegaskan nasib warga sipil dan para sandera tidak boleh dibiarkan berada di tangan pihak-pihak yang tidak menganggap pembebasan mereka sebagai prioritas utama.
"Prioritas pertama Netanyahu bukan pembebasan sandera. Jika iya, dia tidak akan melancarkan serangan terbaru di Kota Gaza, juga tidak akan menyerang para perunding di Qatar," kata Macron kepada media publik FRANCE 24.
Baca juga: Politik Prancis Memanas, Partai Oposisi Ajukan Pemakzulan Emmanuel Macron
Lebih lanjut katanya, perang yang diciptakan Israel malah menargetkan masyarakat sipil, bukan Hamas.
Macron kembali menyuarakan gencatan senjata di Gaza dan menegaskan bahwa pengakuan terhadap Negara Palestina bertujuan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.
Ia juga mendesak Amerika Serikat sebagai negara yang mampu membujuk Israel untuk mengubah sikap.
Jika upaya itu gagal, Macron memperingatkan negara-negara Uni Eropa untuk mulai mempertimbangkan sanksi terhadap Israel. Ia menegaskan bahwa setiap langkah Israel mencaplok wilayah pendudukan di Tepi Barat merupakan pelanggaran serius bagi Prancis.
Baca juga: Akrab Banget, Presiden Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron Foto Bareng di Candi Borobudur
Selain itu, Macron juga mengingatkan bahwa keputusan menutup konsulat Prancis di Yerusalem akan menjadi "kesalahan besar."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu