Kamis, 11 SEPTEMBER 2025 • 10:29 WIB

Profil Charlie Kirk hingga Kiprahnya sebagai Figur Konservatif Muda yang Tewas Ditembak di Utah

Author

Charlie Kirk tewas ditembak. (The Salt Lake Tribune via REUTERS)

INDOZONE.ID - Charlie Kirk, salah satu tokoh konservatif paling berpengaruh di Amerika Serikat sekaligus sekutu dekat Presiden Donald Trump, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (10/9/2025). 

Polisi menyebut Kirk berusia 31 tahun itu tewas dalam sebuah insiden penembakan yang diduga sengaja menarget dirinya saat menghadiri sebuah acara di kampus Utah Valley University.

Acara itu merupakan bagian dari pembuka tur keliling kampus, di mana para peserta diundang untuk berdebat langsung dengan Kirk. Lantas, seperti apa sosok Charlie Kirk? Simak profil lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Video Detik-detik Charlie Kirk Ditembak saat Jadi Pembicara di Universitas Utah, Tewas di Tempat!

Profil Charlie Kirk, Aktivis Muda yang Sangat Berpengaruh

Charlie Kirk memperoleh popularitas melalui diskusi publik di berbagai universitas di Amerika Serikat. Dalam forum tersebut, ia sering menguji pemikiran mahasiswa terkait isu-isu sosial, seperti identitas gender, persoalan lingkungan dan perubahan iklim, hingga peran keluarga serta aspek keagamaan.

Pada usia 18 tahun, Kirk mendirikan Turning Point USA (TPUSA), organisasi mahasiswa yang bertujuan untuk menyebarkan nilai konservatif di kampus-kampus berhaluan liberal. Kini, TPUSA telah berkembang dengan lebih dari 850 cabang di berbagai perguruan tinggi.

Organisasi tersebut memiliki peran signifikan dalam menggalang dukungan pemilih untuk Donald Trump serta calon dari Partai Republik pada Pemilu 2024. Bahkan, Kirk dianggap turut berkontribusi dalam keberhasilan Trump meraih kemenangan di Arizona.

Kedekatan Charlie Kirk dengan Donald Trump 

Kedekatan antara Kirk dan Trump berkembang selama bertahun-tahun. Hal ini terlihat dari kehadirannya dalam upacara pelantikan Trump pada Januari 2025 serta kunjungan rutin yang dilakukannya ke Gedung Putih selama dua periode pemerintahan Trump.

Trump mengumumkan kabar duka atas meninggalnya Kirk melalui pernyataan resmi. "Yang Agung, bahkan Legendaris, Charlie Kirk, telah tiada. Tidak ada yang memahami atau memiliki Hati Pemuda di Amerika Serikat lebih baik daripada Charlie," kata Trump.

Selain itu, dalam setiap episode podcast harian milik Kirk, terdapat rekaman suara Trump yang berbunyi: "Saya ingin berterima kasih kepada Charlie, dia adalah orang yang luar biasa, semangatnya, cintanya pada negara ini, dia telah melakukan pekerjaan yang menakjubkan membangun salah satu organisasi pemuda paling kuat yang pernah ada”.

Kehidupan dan Aktivitas Publik Charlie Kirk

Berasal dari keluarga arsitek, Kirk dibesarkan di Prospect Heights, sebuah wilayah pinggiran Chicago. Ia pernah menempuh pendidikan di community college setempat, namun kemudian memutuskan berhenti demi menekuni aktivitas politik.

Kirk pernah mendaftar ke akademi militer elite West Point, namun tidak lolos. Dalam sejumlah debat, ia sering kali menyinggung dengan nada bercanda tentang dirinya yang tidak memiliki gelar sarjana. 

Ia kemudian aktif berkeliling Amerika Serikat sebagai pembicara di berbagai acara Partai Republik, termasuk yang dekat dengan gerakan konservatif Tea Party. Podcast konservatif hariannya bahkan diikuti jutaan penggemar, sebagaimana dilaporkan CBS News.

Figur Konservatif sekaligus Kontroversial 

Kirk dikenal sebagai aktivis muda konservatif yang vokal, namun juga sering kali menuai kontroversi. Beberapa bulan lalu, ia pernah menyatakan, "Memang sepadan jika harus ada biaya berupa, sayangnya, beberapa kematian akibat senjata api setiap tahun agar kita bisa memiliki Amandemen Kedua." 

Selain menyuarakan pandangan penolakan terhadap transgender, keraguan terhadap pandemi Covid-19, dan klaim tidak sah terkait kecurangan pemilu AS 2020, Kirk juga dipandang oleh sejumlah pihak sebagai figur yang tetap membuka ruang perdebatan.

William Wolfe, Direktur Eksekutif Center for Baptist Leadership, menulis di X, “Seluruh proyeknya dibangun untuk merangkul perbedaan dan menggunakan kata-kata, bukan kekerasan, guna membahas dan menyelesaikan persoalan!”

Warisan Politik Charlie Kirk 

Aspek kehidupan pribadi Kirk kerap menjadi perhatian publik. Ia dikenal memeluk agama Kristen evangelis, menikah dengan mantan Miss Arizona, serta dikaruniai dua orang anak.

Baca juga: Aktivis dan Sekutu dekat Donald Trump, Charlie Kirk Tewas di Tembak saat Hadiri Acara di Universitas Utah

Pada 2020, ia menulis buku berjudul The Maga Doctrine, yang terinspirasi dari slogan kampanye Donald Trump, Make America Great Again. 

Kirk tahun ini juga tampil di Oxford Union untuk berpidato, kemudian ikut melakukan perjalanan ke Greenland bersama Donald Trump Jr., bertepatan dengan pernyataan Trump soal arti penting kawasan Arktik bagi AS.

Kabar kepergian Charlie Kirk disebut menjadi kehilangan besar bagi gerakan konservatif di AS. Warisannya melalui Turning Point USA, organisasi mahasiswa yang ia dirikan, dianggap akan terus membekas dalam sejarah politik Amerika modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: New York Times

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU