Aktivis Charlie Kirk tewas usai ditembak. (REUTERS/Kevin Lamarque)
INDOZONE.ID - Aktivis dan komentator politik asal Amerika Serikat, Charlie Kirk tewas ditembak di bagian leher saat menghadiri sebuah acara di Universitas Utah, Rabu (waktu setempat).
Sejauh ini, polisi belum berhasil mengungkap siapa sosok di balik penembakan tersebut. Gubernur Utah, Spencer Cox, menyebut insiden ini sebagai “pembunuhan bermotif politik”.
Direktur FBI, Kash Patel mengatakan, pihaknya sempat menahan seseorang yag diduga sebagai pelaku. Namun dilepaskan usai dimintai keterangan.
Baca juga: Indonesia Minta Pemerintah Peru Usut Tuntas Penembakan Diplomat KBRI Lima
"Investigasi masih berjalan dan kami akan terus membagikan informasi demi transparansi,” tulis Patel di media sosial.
Penembakan Charlie Kirk terjadi sekitar pukul 12.20 siang di Utah Valley University, Orem. Video detik-detik penembakannya viral di media sosial.
Dalam video terlihat Kirk yang tengah duduk di panggung tiba-tiba terhuyung sambil memegang lehernya usai terdengar suara tembakan.
Ribuan massa yang hadir di lokasi langsung panik dan lari menyelamatkan diri. Pihak kepolisian menduga tembakan dilepaskan dari atap gedung dengan jarak cukup jauh.
Presiden Donald Trump segera memerintahkan seluruh bendera AS dikibarkan setengah tiang hingga Minggu sebagai penghormatan.
Baca juga: Austria Berkabung, Penembakan Sekolah Tewaskan 10 Orang Termasuk Pelaku
"Charlie Kirk yang hebat, bahkan legendaris, telah tiada. Tidak ada yang lebih memahami hati anak muda Amerika lebih darinya. Ia dicintai dan dikagumi semua orang, termasuk saya,” tulis Trump di akun media sosialnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters