Kamis, 04 SEPTEMBER 2025 • 19:47 WIB

Kecelakaan Maut Kereta Kabel di Portugal, 17 Orang jadi Korban Jiwa

Author

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (thefederal.com)

INDOZONE.ID - Pada Kamis (4/9/2025), pemerintah Portugal mulai menginvestigasi penyebab kecelakaan kereta kabel yang keluar jalur dan meluncur menuruni bukit. Akibat peristiwa itu 17 orang tewas dan 21 orang terluka. 

Kereta kabel merupakan salah satu fasilitas umum yang populer bagi para turis di Lisbon, Portugal. Kereta yang bergerak layaknya lift raksasa ini digunakan sebagai alat transportasi untuk naik atau menuruni topografi kota yang berbukit. 

Nahas, pada Rabu (3/9/2025) berdasarkan footage dari bangunan sekitar, kereta berwarna kuning tersebut tiba-tiba keluar jalur dan dengan cepat menuruni bukit hingga berhenti menabrak bangunan di bawah bukit dengan sangat keras.

Salah satu saksi mata yang juga sedang menumpang kereta kabel lainnya, dengan posisi berada di bawah kereta kabel yang tergelincir tersebut, mengatakan bahwa bisa saja ia juga mati seketika. 

Baca juga: Viral Staf Kim Jong Un Sibuk Bersihkan Kursi dan Meja usai Bertemu Putin di Beijing, Bersihkan Jejak DNA?

"Saat aku melihat kereta tersebut meluncur dengan cepat ke arah keretaku, aku bilang kepada istriku: kita semua akan mati disini. Kereta itu turun dengan sangat cepat, berbelok sedikit dan kemudian menghantam dinding dengan suara sangat keras." ujar Abel Esteves, pria berumur 75 tahun yang menjadi saksi bersamaan dengan istri, cucu dan 40 penumpang lainnya.

Kecelakaan fatal ini membuat seluruh negeri berduka. Bendera Portugal dikibarkan setengah tiang. Kedua rel dinonaktifkan sementara untuk keperluan investigasi.

Sebanyak 15 orang tewas di tempat sedangkan dua orang lainnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. Hampir seluruh korban merupakan warga asing. 

Banyak warga lokal menilai persitiwa ini murni kecelakaan. Seluruh sistem kereta kabel secara rutin selalu diperiksa sehingga kemungkinan dugaan kesengajaan dianggap sangat kecil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU